L.O.V.E (2)

screenshot_2017-05-19-20-20-291.jpg

Cast: Tiffany, Taeyeon, Yuri,

Sub cast: Jessica, Sunny , Sooyoung.

Typo bertebaran

Happy reading

.

.

“Tunggu sebentar fany~ah, aku akan mengantar berkas ini dulu. Yaa!! kim taeyeon jangan apa-apakan sepupuku, arra!?” Sunny keluar ruangan membawa berkas-berkasnya. Meninggalkan sepupu dan sahabatnya dalam keadaan yang sedikit canggung.

“Memang apa yang akan aku lakukan padanya?!!” Teriak taeyeon tidak terima dengan perkataan sunny.

Sunny memang sangat senang menggoda sahabat ‘sesama’ pendeknya itu. Taeyeon juga sering kalah serang melawan sunny. Taeyeon mengalihkan perhatiannya kearah tiffany setelah mendengar tawa kecil itu. Ya, tiffany tertawa melihat ekspresi taeyeon yang menggemaskan menurutnya.

th-13.jpg

Taeyeon POV

Senyum mereka ternyata mirip, tapi ini lebih.. cantik. Ugh. apa yang kau pikirkan kim taeyeon.

“ekhm… hmm jadi apa kegiatanmu sekarang pany~ah?” Aku mencoba mencari topik agar dia tidak bosan menunggu sunny. Tidak enak juga kalau kami hanya diam diruangan ini.

“Aku mahasiswi di soshi university, semester 2 dan namaku fany bukan pany, eonnie” Kekehnya. Manis.. aissh kim taeyeon kau berfikiran aneh lagi.

“Oouh.. hmm kalau itu maafkan aku, aku agak sulit mengucapkan namamu”

“Hahaa kau lucu juga eonnie. Gwaencanha, terserah eonnie mau panggil fany atau pany” ujarnya sambil tertawa.

“Hmm apa eonnie tidak mengingatku?”

“Maksudmu? Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” Rasanya aku memang pernah melihatnya.

“Ne, kita bertemu waktu di mall. Aku tidak sengaja menabrakmu” Mall mall mall aaa aku ingat.

“Aaa pantas aku merasa pernah melihatmu belakangan ini. Hmmm maafkan aku untuk waktu itu. Aku terlalu sibuk dengan poselku sampai menabrakmu”

“Hmm annio, gwaencanha eonnie. Seharusnya aku yang minta maaf karena aku yang menabrak eonnie”

” Arraseo kalau begitu kita lupakan saja kejadian waktu itu”

” Bukankah tadi kau bilang masih semester 2 pany~ah, berarti umurmu…”

“18 tahun” Jawabnya memotong perkataanku.

“Hmm geurre. Pany~ah kau dari university soshi kan? Keponakanku juga ada yang disana, dia juga seumuran denganmu” Ya, anak jiwoong oppa. Aah si bocah rascal itu apa kabarnya ya? Sudah lama dia tidak mengunjungiku. Umur kami tidak begitu jauh untuk ukuran bibi dan keponakan, karena itu kami sangat dekat dan sering bermain bersama.. dulu saat masih kecil kekkekk.

“Uniie, melamun?” Aku tersentak karena ucapannya, aku sampai lupa kalau tiffany masih ada disini. Kim taeyeon kim taeyeon tck.

“Aahh mianhae. Aku hanya teringat padanya, sudah lama dia tidak mengunjungiku”

” Memangnya nama keponakan eonnie siapa? Siapa tahu aku mengenalnya”

“Namany-“

Ceklek

“Kajja pany~ah, eonnie sudah selesai”

“Eoh ne eonnie” Tiffany beranjak dari tempatnya mendekati sunny.

“Taenggo kau tidak pulang?”

“Tentu saja aku pulang, aku hanya menemani tippany menunggumu”

“Arraseo.. kajja kita turun bersama dan juga taeng.. namanya tiffany bukan tippany” ujar sunny lalu melangkah begitu saja keluar ruangan.

“Aku juga tahu itu, aku sulit mengucapkannya babo. Aa jinjaa kenapa dia selalu meledekku”

“Kajja eonni” ajak tiffany sambil terkekeh, apa wajah kesalku begitu menghibur hingga sunny terus meledekku? Bahkan tiffany pun tertawa heoll~.

Taeyeon POV end

**

“Heii fany sicca”

“Yaaa!! jangan ambil makanan ku!!” Kesal tiffany

“Aku hanya minta sedikit, galak sekali huhh~”

“Jessie kemarin kau belum sempat memberitahuku orang yang kau sukai itu, kwon pabo ini malah merusak semuanya”

“Naega? Kenapa aku? Kapan?” Tanya yuri

“Issh DIAM!! Kau cerewet sekali yul”

“Itu-“

“CHAMKAMAN!!” Belum sempat jessica menjawab, yuri sudah memotongnya.

“YAAA!!! Kwon yuri ada apa lagi!!? Sudah ku bilang diam saja!!” Bentak tiffany.

“ii.iitu tadi kau bilang jessica menyukai seseorang, aku cuma ingin tanya siapa orangnya” Ujar yuri takut-takut.

“Aah jinja yul, aku benar-benar ingin membunuhmu sekarang” suara tiffany yang pelan tapi penuh ketegasan itu membuat yuri menelan saliva.

“aah baiklah maafkan aku dan jangan bunuhku, aku masih ingin hidup. Sicca lanjutkan” ujar yuri

“Tck”

“Aku sedang tidak ingin membahasnya” singkat jessica. Hati jessica sakit melihat keakraban mereka berdua dihadapannya, mereka seakan melupakan kehadiran jessica dihadapan mereka. Ini bukan kali pertama jessica menahan perih dihatinya. Tapi apa yang dapat ia lakukan? Ia tahu pujaannya sudah memiliki seseorang dihatinya. Ia tidak bisa memaksakan kehendaknya, ia tidak mau jadi orang yang egois. Tapi apakah dengan begini baik untuk dirinya sendiri?

“Wae? Ayolah sicca beri tahu kami” Desak yuri

“Aku benar-benar tidak ingin membahasnya yul” Lirihnya

“Sudahlah yul jangan memaksanya” ujar tiffany yang tahu betul kondisi sahabatnya itu. Mungkin dengan membahas ini akan membuat sahabatnya itu sakit.

“…”

Tiffany POV

Aaakh aku tidak suka suasanya ini.

“Oiya yul, kau ingat terakhir kali kita kemall aku menabrak seseorang?”

“Ne, wae? Jangan bilang dia artis dan kau tidak mengenalinya saat bertabrakan, lalu kau melihat posternya dijalan baru kau ingat kalau dia artis. Begitukah fany~ah?” Kwon pabo ini benar-benar membuatku kesal.

“Aiish bukan begitu, kau menyebalkan sekali kwon”

“Arra arra mian, lanjutkan kekkekk” ujarnya sambil terkekeh.

“Hmm minggu lalu aku ke kantor sunny eonnie dan kalian tahu? Aku bertemu dengannya. Ternyata dia bekerja disana dan juga.. dia sahabat sunny eonnie.” Aku masih ingat pertemuan kami kemarin, lucu. Bagaimana tidak? pertemuan kami seperti cerita drama-drama di tv. Pemeran utama pria dan wanita tidak sengaja bertemu lalu menjadi dekat sampai akhirnya menjalin hubungan dan hidup dengan bahagia hihihi.. aah pabo apa yang kau fikirkan tiffany. Tid-

“Kau senang sekali tiff, wae? Kau menyukainya?” Ujar jessie membuyarkan fikiran anehku. Jessica menatapku dengan tatapan menggodanya.

“Aniyo jess. Mana mungin, kami baru saja bertemu. But… nothing is impossible, right?” Kalau difikir-fikir taeyeon eonnie cute, cantik, dan berkarisma. Astaga kenapa aku memikirkan dia lagi? Apa benar aku menyukainya? Tidak mungkin secepat itu bukan.

“Katanya dia ada keponakan disini seumuran kita, kalau mereka mempunyai marga yang sama… apa mungkin itu kim hyoyeon?”

“Jadi marganya kim, love at first sight, huh? ” Goda Jessie

“Anniyo mana ada seperti itu.” Love at first sight? Mana ada yang semacam itu, ada-ada saja.

“Kalau tiffany itu mungkin saja, tapi aku fikir tidak mungkin dia menyukai tiffany Dia orang kantoran pasti keren. Mana mau dia sama nenek lampir ini” ujar yuri dengan santainya.

“YA!!!”

“Aku pergi dulu.. babay” Dengan cepat dia beranjak dari tempat duduknya dan lari begitu saja.

“Sudah lah tiff, orang-orang memperhatikan kita” tegur jessie, kualihkan pandangan ku dan benar saja beberapa pasang mata kini melihat ke meja kami.. ughh kwon pabo.

“Dia benar-benar menyebalkan, kenapa dia sering sekali menggangguku?”

Tiffany POV end

‘ Aku bahkan berharap dia melakukannya padaku tiff ‘ -jessica.

‘Apa benar tiffany menyukainya? ahh tidak mungkin’ -yuri.

‘love at first sight?’ -tiffany.

“Waeyo jess?”

“Ah anniyo”

“Aku sudah bilang bukan, untuk tidak menyembunyikan apapun dariku” tiffany menatap lekat sahabatnya itu. Ia tidak mau sahabatnya itu bersedih seorang diri.

“Arraseo. Tapi sungguh tidak ada yang aku sembunyikan tiff”

“Arraseo.. Kajja kita pulang” ajak tiffany

“Tumben sekali kau ingin cepat pulang tiff?”

“Sunny eonnie mengundangku ke apartemennya. Hari ini anniversarynya dengan soo eonnie. Kau mau ikut? Tadi aku juga sudah mengajak yuri, tapi dia ada urusan. Ayolah jessie temani aku, aku tidak mau jadi orang ketiga yang seperti orang bodoh menyaksikan kemesraan sepasang lovey dovey itu.” Tiffany memasang puppy eyesnya agar sahabatnya itu luluh dan mau menemaninya.

“hufft baiklah baiklah”

“Yayy!! Gomawo jessie, aku akan menjemputmu nanti malam” *CUP

**

Tiffany POV

Sudah selesai, sekarang tinggal menjemput ice princess. Aku melajukan mobil kesayanganku menuju apartemen jessie, dia hanya tinggal berdua dengan adiknya yang bernama krystal. Jarak rumahku ke apartemen jessie hanya menempuh waktu 15 menit. Aaah itu dia.

tin tin..

ceklek… bough *anggap aja buka sama nutup pintu ya hehehh

th (47)

“hai jess. neomu yeppo”

“Neodo, tiff” Balasnya sambil tersenyum. Aku jadi penasaran siapa pujaan hati jessi itu, bagaimana mungkin dia tidak melirik jessie sedikitpun. Jessica dengan julukan salah satu idola kampus, siapapun pasti akan sangat beruntung mendapatkannya.

“Kajja kita berangkat”

Dari sini butuh waktu setengah jam lagi untuk sampai ke apertemen sunny eonnie. Jessie menghidupkan musik untuk membunuh kebosanan didalam mobil. Hubungan sooyoung dan sunny eonnie sudah berlangsung 6 tahun. Aku salut dengan hubungan mereka. Mereka sering bertengkar dan sooyoung eonnie selalu disalahkan, tapi sooyoung eonnie tetap memperlakukan sunny eonnie dengan baik. Sunny eonnie juga begitu, meski sering memarahi sooyoung eonnie tapi sebenarnya sunny eonnie memperhatikan sooyoung eonnie dengan baik. Aaah akhirnya sampai, kami menaiki lift untuk sampai ke apertemen sunny eonnie yang memang berada dilantai 3.

TING

Pintu lift tebuka aku dan jessica berjalan menuju apartemen milik sunny eonni. Eh ige mwoya? Didepan pintu ada sebuah sapu tangan biru, mungkin sunny eonnie tidak sengaja menjatuhkannya.

TING TONG

CEKLEK

“Fany~ah kau sudah datang? Woaaa ada jessica juga. Kajja masuk” Sunny eonni mempersilahkan kami masuk.

“Ne, eonnie”

Tiffany POV end

**

” Haii fany~ah, woaaa sicca juga datang. Yayy ini akan menyenangkan.” Ujar sooyoung excited.

“Yaaa!! Ingat umurmu, jangan membuatku malu didepan mereka!!”

“Bunny~ kenapa marah-marah dihari special kita?” ujar sooyoung cemberut.

“Itu semua karena ulahmu, tck memalukan. Fany, sica duduklah” Sunny sampai lupa kehadiran jessica dan tiffany. Karena ulah memalukan sooyoung, ia harus menceramahi ‘anaknya’ dulu.

“Ne, eonnie.” Jawab mereka serempak.

“Taenggo cepatlah. Tamu kita sudah datang!!” Teriak sooyoung kearah dapur.

DEG

‘Apa taeyeon eonnie juga disini? Aish kenapa aku jadi gugup’

“Makanan datang!” Taeyeon datang dengan membawa beberapa cemilan ditangannya. Ia melihat sekeliling, matanya menangkap kehadiran tiffany dan seorang gadis asing disampingnnya.

“Annyeong pany~ah”

“Annyeong eonnie, kenalkan ini sahabatku jessica jung” balas tiffany dengan senyum indahnya membuat taeyeon tertegun untuk beberapa saat.

” Kim taeyeon imnida” Ujar taeyeon memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya ke depan jessica. Jessica dengan cepat menyambut uluran tangan taeyeon.

“Jessica jung imnida. Jadi eonnie yang namanya Taeyeon.” ujar jessica dengan senyum manis. Taeyeon yang mendengar itu mengerutkan keningnya, merasa bingung dengan apa yang dikatakan jessica. Sedangkan tiffany merutuki kebodohan sahabatnya itu.

“Auuwh!!” Ringis jessica membuat yang lain menatapnya. Kenapa? karena tiffany menginjak kaki jessica dan itu lumayan mengagejutkan jessica. Ketika hendak memarahi tiffany, jessica malah menampilkan wajah polosnya karena tiffany menatapnya dengan tatapan ingin membunuhnya.

“Ada apa sica~ah?” tanya sunny.

“aah tidak apa-apa eonnie.. hmm chukkae eonniedul untuk 6 tahun hubungan kalian. Kapan kalian akan melanjutkannnya kejenjang yang lebih serius lagi.. maksudku pernikahan?” Ujar jessica mencoba mengalihkan topik pembicaraan.

“Uhm kalau itu aku tergantung youngie~” jawab sunny malu-malu. Terlihat jelas rona merah muncul dikedua pipi cubbynya. Sooyoung yang melihat itu terkekeh pelan, ia merangkul dan mengecup pipi merona kekasihnya.

“Yaa!! apa yang kau lakukan!! Jangan bemesraan disini, Bodoh!!” teriak taeyeon melihat aksi sepasang kekasih dihadapannya.

“Apa masalahmu, huh? Sudah ku bilang, cari pasangan. Sudah tua masih belum punya  pasangan. Dasar tidak laku.” cibir sooyoung. Yang lain ikut tertawa mendengarnya, berbeda dengan taeyeon yang cemberut menatap kesal kearah sooyoung. Ia benar-benar kesal dengan gadis jangkung itu.

“Aku bukannya tidak laku!!, Hanya belum ada yang menarik perhatianku!! dengar!? bukan karena tidak laku!!”

“Kalau tidak kau pilih saja salah satu dari dua sahabat ini. Pany~ah Sica~ah apa kalian sudah memiliki kekasih?” ujar sooyoung. Entah kenapa taeyeon merasa gelisah menunggu jawaban yang akan keluar dari keduanya, terutama si gadis dengan mata bulan sabit yang indah itu.

“Belum eonnie. Tapi jessica sedang jatuh cinta pada seseorang eonnie.” Tiffany melirik jessica sekilas. Jessica tahu kalau tiffany sedang membalasnya sekarang.

“Begitukah? Kalau begitu kau dengan tiffany saja taeng!” ujar sooyoung dengan semangat.

DEG

“ha..haa Apa yang kau katakan soo, umur kami beda jauh. Yang benar saja” Ujar taeyeon gugup. Bagaimana tidak? Saat mengalihkan pandangannya, mata itu tidak sengaja bertemu dengan mata indah milik tiffany.

Tiffany POV

Pasangan soosun mengumbar kemesraannya didepan kami membuat taeyeon eonnie jengkel dan meneriaki mereka. Sooyoung eonnie menyuruh taeyeon eonnie untuk segera memiliki kekasih, bahkan sooyoung eonnie menunjukku. Tapi taeyeon eonnie bilang tidak mungkin karena perbedaan umur kami. Bukankah hanya 9 tahun? Lalu apa masalahnya dengan itu? Bahkan pasangan yang jarak umurnya yang puluhan tahun saja bisa bersama. Kenapa aku jadi kesal begini dengan jawaban taeyeon eonnie. huftt.

“Memangnya ada apa dengan itu? Toh cuma….. 9 tahun?” Bingo! Aku tidak salah bukan? Bahkan sooyoung eonnie juga berpendapat sama denganku.

“Sudahlah yongie jangan mengganggunya lagi, lebih baik kita merayakan hari ini.” ujar sunny eonnie.

“Kau selamat kali ini kim. Mari berpestaa!! MAKAANN!!” ujar sooyoung semangat melihat banyaknya makanan yang telah tersedia. Yang lain hanya tertawa melihat tingkah laku shikshin itu.

**

Mereka merayakan hari jadi soosun dengan meriah ditambah dengan cadaan-candaan hangat dan saling bully. Walaupun hampir semua bullyan itu dilayangkan pada taeyeon. Sampai akhirnya sooyoung dan sunny mabuk berat. Mereka bergoyang dan bicara hal yang tidak jelas sambil sesekali tertawa. Taeyeon yang melihat itu hanya menghela nafas kasar. Jessica? Dia sudah dari tadi masuk kealam bawah sadarnya tanpa terganggu sedikitpun dengan kebisingan yang dilakukan soosun. Taeyeon mengumpulkan piring dan gelas kotor serta sampah yang berserakan disekitar ruangan. Taeyeon membawa piring kotor kedapur. Tiffany yang melihat itu juga ikut membantu taeyeon.

Taeyeon POV

Aku memang tidak kuat minum banyak. Kalau semua dari kami mabuk lalu siapa yang akan membereskan ini semua. Tck Si tiang itu, sebenarnya berapa banyak makanan yang bisa ditampung didalam perutnya.

“eonnie” eh?

“Kau tidak perlu melakukannya pany~ah aku bisa melakukannya sendiri. Kau bisa istirahat dengan yang lainnya.” Tiffany membawa piring kotor yang tadi masih tertinggal dengan salah satu tangan membawa sampah yang sudah dibungkus dengan kantong plastik.

“Tidak apa-apa eonnie aku akan membantumu. Jika kita mengerjakannya bersama, pekerjaan ini akan cepat selesai bukan?” Ujar tiffany sambil meletakan piring kotor dan memasukan kantong plastik sampah tadi kekantong sampah yang lebih besar.

“Baiklah. Aku yang menyabuni dan kau yang membilasnya pany~ah” Aku mulai menyabuni piring-piring kotor ini dan tiffany yang membilasnya. Ternyata dia bisa juga bekerja. Dilihat dari penampilannya yang modis, aku pikir dia hanya gadia manja yang merengak kepada orang tuanya.

“auwhh” Mataku terciprat air sabun. Astaga, kau ceroboh sekali kim.

“Gwaencanha eonnie?” DEG Tiffany menangkup wajahku. Terasa angin sejuk disekitar mataku.. wangi. Rasanya sekarang wajahku memanas. Apa ini? Kenapa aku jadi gugup sedekat ini dengannya. Degup jantungku keras sekali, semoga dia tidak mendengarnya.

“Sudah pany~ah. Sudah membaik” hufft akhirnya tiffany melepaskan tangannya dari wajahku. Tidak mungkin bukan kalau aku…

“Sebentar eonnie, ada busa sabun diwajahmu” Tiffany meronggoh saku celana belakangnya dan mengeluarkan sapu tangan biru. Eh? Bukannya itu-

“Mian eonnie” Tiffany membersihkan busa sabun yang menempel diwajahku. Melihat tiffany dari dekat seperti ini membuatku dapat dengan jelas melihat pahatan wajahnya. Tiffany memiliki garis wajah yang sempuna. Hidung mancung yang menggemaskan, kulit putih halus, alis tebal yang cocok dengan matanya yang indah, bahkan saat tersenyum sekalipun mata itu juga ikut tersenyum membuat siapasaja yang melihatnya pasti terpesona. Terakhir bibir tipis berwarna pink yang tampak lembut itu. Bagaimana jika bibirku berada disana dan merasakannya langsung? Astaga Kau benar-benar sudah gila sekarang kim.

screenshot_2017-05-01-13-12-531.jpg

Taeyeon POV end

“Sudah eonnie”

“ah Gomawo, hm dimana kalau mendapatkan sapu tangan ini pany~ah?”

“Aku menemukannya didepan pintu tadi. Apa ini milik eonnie?”

“Pantas saja aku kehilangannya tadi, ternyata terjatuh disana.”

“aah begitu. Ini eonnie, maaf jadi kotor. Aku pikir tadi itu milik sunny eonnie.”

“Tidak apa-apa pany~ah. Seharusnya aku berterima kasih padamu kau sudah banyak membantuku dari tadi.”

“Aku senang melakukannya eonnie”

“Baiklah kau pergilah melihat mereka, aku akan membereskan sisanya.”

“Ne”

**

Taeyeon telah selesai membereskan urusan dapur. Saat melihat keadaan teman-temannya ia terkejut melihat ruang tamu yang tadinya berantakan sekarang sudah rapi. Ia berfikir tiffanylah yang membersihkan ruangan itu. Dia melihat sooyoung dan sunny yang terlelap sambil berpelukan dikarpet berbulu tebal, jessica yang masih diposisi awalnya tidur tadi dan tiffany.. Dia juga tertidur pulas disofa panjang dengan tangkai sapu yang masih menggantung ditangannya. Taeyeon yang melihat itu mencoba mengambilnya dengan hati-hati tanpa mengganggu tidur tiffany.

“Sepetinya dia benar-benar lelah” Taeyeon merapikan helaian rambut tiffany. Ia memandang lekat tiffany. Ada sesuatu yang mengganggunya, dia bingung rasa apa ini.

“Apa yang kau lakukan padaku pany~ah? Tidak mungkin bukan jika..” Taeyeon tidak melanjutkan perkataannya melihat gadis itu menggeliat. Taeyeon beranjak menuju kamar tamu dan mengambil beberapa selimut. Ia menyelimuti pasangan soosun, jessica dan terakhir tiffany

“Aku tidak tahu apakah perasaan ini benar atau tidak. Ini terlalu cepat pany~ah.. Jalja”

**

“Apa aku menyukainya?”

“Siapa? Taeyeon eonnie?”

“Memang siapa lagi?” Ujar tiffany terkekeh.

“Apa kau yakin tiff?”

“Entah bagimana aku mengatakannya jess. Dia cantik sekaligus tampan, baik, ramah, berkarisma, tatapannya tajamnya juga teduhnya, tingkahnya yang lucu dan dia juga… sexy. Aku tidak begitu yakin tapi untuk sekarang aku sangat senang. Hatiku bergetar jess, apa ini terdengar konyol? Kami bahkan baru kenal beberapa minggu.” Ujar tiffany dengan senyum mengembang di wajahnya. Jessica ikut senang melihat tiffany yang tampaknya memang sudah jatuh akan sosok taeyeon. Tapi ada sesuatu yang ia khawatirkan.. yuri. Bagaimana jika yuri tahu? Aneh, bukankah seharusnya ia senang akan ada kesempatan untuknya memenangkan hati yuri? Ia tahu tiffany tidak akan terhapus begitu saja dalam hati yuri. Tapi, setidaknya dia mendapatkan ruang dan itu lebih besar dari ruang yang dimiliki tiffany dihati gadis bermarga kwon itu. Tapi sekarang ia mengakhawatirkan yuri… dia akan terluka. 

“Apa yang kalian bicarakan?”

“Astaga.. Kenapa kau selalu muncul dengan tiba-tiba yul? Merusak momen saja”

“hehe peace. Kenapa kau galak sekali padaku? Bagaimana jika nanti kalau kau berbalik mencintaiku” Ujar yuri tersenyum disela menyeruput minuman jessica yang berada didepannya.

“Mencintaimu? Yang benar saja? Bahkan aku sudah punya calon sekarang.”

DEG DEG

Tidak. Degupan itu tidak hanya berasal dari yuri yang berhenti menyeruput minumannya, dari jessica, bahkan tiffany. Tentunya degupan itu mempunnyai arti yang berbeda-beda dari masing-masing mereka.

“m..mwo? A.apa dia orang yang pernah kau ceritakan dulu?” Wajah yuri yang tadinya ceria berubah menjadi serius. Ia menatap tiffany yang disampingnya. Ia gelisah dengan jawaban yang akan keluar dari mulut gadis itu. Sedangkan jessica juga menatap khawatir yuri, ini yang ia takutkan.

“Tentu saja dia” Jawab tiffany dengan senyum yang tidak hilang dari wajahnya. Ia sangat senang jika mengingat gadis yang lebih tua itu. Ia ingat bagaimana gadis itu berbicara padanya, ia ingat bagaimana gadis itu tersenyum padanya, ia ingat bagaimana gadis itu cemberut, ia ingat bagaimana kelakuan gadis imut itu.. dia kim taeyeon.

“Apa kau menyukainya?” Tanya yuri menatap lekat gadis disampingnya itu, ia benar-benar takut dengan jawaban tiffany.

“Aku tidak tahu pastinya, yang jelas aku senang berada didekatnya. Sekarang Ia menjadi salah satu alasanku tidak sabar untuk hari esok. Aku selalu menunggu hari dimana aku dapat bertemu denganya lagi. Aku mengagumi semua yang ada pada dirinya. Bahkan aku masih mengingat dengan jelas senyumannya, tawanya, bibirnya yang mengerucut lucu, bahkan harum tubuhnya. Setiap kali berada didekatnya perasaanku jadi campur aduk… tenang, bahagia, gugup, gelisah. Seperti ada sesuatu yang membuncah disini. Menurutmu apa aku benar-benar menyukainya yul?” Tanya tiffany dengan wajah malu-malu menatap yuri. Sedangkan yang ditanya meremas ujung bajunya dibawah meja. Ini yang ia takutkan. Haruskah ia melepaskan tiffany? Bahkan ia belum mengungkapkan perasaannya pada tiffany.

“Yul?”

“N.ne? Hmm kalau itu aku tidak begitu yakin fany~ah. Bukankah kalian baru mengenal? Bisa jadi itu hanya rasa kagum.” Ujar yuri setelah menenangkan dirinya. Ia berharap apa yang ia katakan barusan adalah kenyataannya.

“Begitukah? Tapi… ini baru pertama kali aku merasa seperti ini.”

“ha.haaha Bisa sajakan? Aku tahu kau fany~ah, itu tidak mungkin cinta.”

‘ya, itu tidak cinta fany~ah. Aku mengenalmu lebih baik daripada dirimu sendiri. Aku tahu itu fany~ah’

“Bagaimana jika itu benar?”

“A..aku… tidak tahu” Ujar yuri lirih. Ia tidak tahu harus bagaimana jika itu benar. Ia hanya berharap jika itu tidak lebih dari sekedar kekaguman tiffany pada sosok itu. Apa ia egois jika ia mengharapkan itu? Jessica masih diam menatap yuri, ia kasihan dengan gadis berkulit tan itu.

drt drt

klik

“Ne eonnie?”

“…..”

“Jinja!? Baiklah aku akan mengajak mereka”

“…..”

“Ne eonnie”

klik

“Masih dalam rangka merayakan hari jadi soosun couple, sooyoung eonnie mengajak kita liburan ke villanya. Aku sudah pernah pernah kesana sekali. Pemandangnya bagus, bagaimana menurut kalian?” Ujar tiffany exited.

“Apa dia juga datang?” Tanya yuri dengan senyum tipis.

“Aku tidak tahu. Aku akan sangat senang jika dia benar-benar datang”

“Aku tidak bisa ikut”

“wae yul?”

“a..aku ada urusan. Aku duluan ya” Ujar yuri beranjak dari tempat duduknya dan melangkah keluar. Jessica hanya diam menatap punggung yuri yang menjauh.

“Ada apa dengan anak itu? Kenapa dia aneh sekali hari ini.?”

“Aku tidak tau” Jawab jessica singkat.

“Jessie~ kau tidak punya alasan untuk tidak pergi, pokoknya kau harus ikut” Pikiran jessica masih pada yuri. Apakah dia baik-baik saja?

“Baiklah.”

**

Tiffany dan jessica sudah bersiap-siap untuk pergi kerumah sooyoung. Sooyoung memang mengatakan untuk berkumpul dulu dirumahnya agar bisa pergi bersama-sama. Masing-masing dari mereka membawa satu koper besar dan pasti itu… pink.

“Sudah tiff?”

“Sudah jessie, Kajja kita berangkat.”

“Hei”

“Yul?”

“Hmm aku berubah fikiran, aku akan ikut.” Ujar yuri yang baru saja datang. Dia tidak bisa tenang jika belum bertemu dengan orang itu. Orang yang membuat tiffany begitu bahagia menceritakan sosoknya. Orang yang merebut hati tiffanynya. Apa orang itu juga akan ikut?

“Jinja!? Baguslah kalau begitu. Jika makin banyak yang ikut, ini akan sangat menyenangkan.” Ujar tiffany exited.

“Kajja kita berangkat” Ujar jessica yang masuk duluan ke kursi belakang.

“Yul, kau  yang menyetir.”

“Ne”

Didalam mobil mereka tidak terlalu banyak perbincangan. Yuri terlihat fokus menyetir tapi fikirannya entah kemana sekarang. Jessica hanya melihat keluar sesekali mencek ponselnya dan tiffany? Suasana hati gadis itu sangat baik hari ini. Ia bernyanyi mengikuti irama musik yang dihidupkannya. Ia berharap gadis imut itu juga ikut hari ini. Setelah menempuh waktu setengah jam, mereka sampai di kediaman sooyoung. Terlihat pasangan soosun baru keluar dengan sooyoung menarik dua koper.

TIN TIN

“aah kalian datang tepat waktu” ujar sooyoung.

“Eonnidul sudah siap?” tanya jessica.

“Sudah”

“Kajja eonnie, aku akan memasukan barang bawaan kalian” ujar yuri membuka bagasi mobil.

“Tidak yul, kita tidak menggunakan mobil ini. Kau keluarkanlah barang-barang kalian dulu.”

“Lalu kita berangkat dengan mobil apa eonnie?” Tanya tiffany yang tidak melihat sebuah mobil dihalaman rumah sooyoung itu.

“Kita sedang menunggu-…”

“aah itu dia” potong sunny.

TIN TIN

Boughh *bunyi pintu mobil ni wkwkk

“Maaf aku terlambat, apa kalian menunggu lama?”

“Tid-“

“Imo?”

“yul?”

“Kalian saling kenal?”

.

.

.

.

Tebecehh

Yulti? Taeny?

Semoga sukaaa chingu~

THANKS TO ETERNITY HAPPINESS

Papppaayy

40 thoughts on “L.O.V.E (2)

  1. eaaaaa yultae sodaraan ini mah~ haha
    hayo daah pasti salah satu dari mereka ada yg ngalah atau mungkin makin jadi beratrungnya haha (feeling sih taeng ngalah).
    tapi please thor kalau nantinya taeng ngalah demi yuri ,tetep jadiin taeny please…… T.T

    Like

  2. Taeny thor! Taeny dong thor cuiplease!.
    Itu yul ponakannya tae?
    Kupikir ponakannya tae itu yoong. salah tebak.
    Tae sama nih dg ku. Aku jg punya ponakan. Tapi ponakanku se umuran dg adekku wkhahaaa

    Like

  3. taeny taeny taeny
    yulsic yulsic yulsic
    yultae ponakan dan bibi ?
    saingan merebut ppani,ngalah yul ama bibi,kasiankan bibi udh tua blom punya pasangan.lirik tuh mommy njess

    Like

  4. Yulti juga sebenernya bagus jarang kan ya yulti wkwkwkwkw. Tapi kalo sica ke taeng gue ga ridho juga sih ahahahaha. Tapi kalo yuti ke fany kasian njeeees. Yaudahlsh yulsic n taeny aja. N booom yuri sama taeng bibi n ponakan wkwkwkkww

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s