L.O.V.E (1)

screenshot_2017-05-26-23-39-25.jpgCast: Tiffany, Yuri, Taeyeon , etc

Genre: Girl x Girl

Typo bertebaran

Happy Reading

.

.

.

“Pergi saja dengan kekasih-kekasihmu itu!!” Ketus gadis itu sambil melangkahkan kakinya lebih cepat, gadis lain tampak tergesa melangkah menyusulnya.

“Ughh ayolah cantik. Ada apa dengan mu ? Kau cemburu huh??” Ia menaik-turunkan alis nya menggoda gadis yang sedang kesal itu.

“tck.. Apa hebatnya mereka!? Bahkan aku lebih dari wanita-wanita mu itu. Cemburu? Yang benar saja” Gadis itu malah mempercepat langkahnya.

“Arraseo arraseo aku tau itu, jangan marah lagi jebaalll~” Gadis berkulit tan itu melakukan jurus aegyo yang sebenarnya menggelikan untuknya.

th (25)

“YAA!! kwon yurii!! geumanhae, kau sangat menggelikan.” Ujarnya.

“Makanya maafkan aku fany~ah” Mohon yuri dengan wajah memelas. Akhirnya gadis yang bernama tiffany itu berhenti. Ia menatap yuri dengan tatapan tajamnya.

‘Kenapa dia melihatku begitu? Menyeramkan’

“Kau berjanji untuk menemaniku belanja!! Tapi kau malah lupa dan pergi dengan wanita-wanitamu itu ishh” kesal tiffany.

“Heheh mianhae mianhae. Bagaimana kalau kita pergi sekarang? Walaupun sudah lewat dari jam perjanjian, tapi masih sempat belanja beberapa barang” Bujuk yuri sambil tersenyum. Tiffany masih diam menatapnya. Yuri memutar otaknya mencari ide untuk membujuk gadis itu.

“Aku akan membayarkannya…gratis…semua belanjaanmu…hari ini, otte??” Bujuk yuri. Detik kemudian kedua mata tiffany berbinar. Dengan cepat ia menggaet tangan yuri sambil menunjukan senyuman manisnya pada gadis berkulit tan itu.

“Kajja yul” Ujarnya semangat, setengah menyeret yuri.

“Ish kau ini benar-benar” Kekeh yuri

“Kajja”

**

Mereka berbelanja apapun yang menggoda mata mereka ehh ralat ‘menggoda mata tiffany’ *hihihih. Yuri sudah lelah karena tiffany mengajaknya keliling dari 4 jam yang lalu.

Mereka sudah berteman dekat saat baru masuk soshi high school. Yuri memang sering mengoda para gadis disana, mungkin lebih banyak yang tergoda daripada digoda *kwonyulgitu. Tapi siapa sangka gadis itu memiliki perasaan yang lebih untuk tiffany. Tiffany yang kekanakan, tiffany yang manja, tiffany yang lembut ataupun yang kasar, apapun itu karena gadis itu adalah tiffany. Yuri menyukai semua yang ada pada diri tiffany. Dia tidak tahu apakah perasaan ini benar untuknya, untuk tiffany, untuk persahabatan mereka. Karena itu Yuri memutuskan mencoba memnghilangkan perasaan lebihnya pada tiffany. Ia mengencani beberapa gadis disekolah mereka *alasan klasik kekekke, tapi..itu masih belum berhasil untuknya *pooryul

“Pany~aah aku sudah lelah, sudah ya? Kita sudah berkeliling selama 4 jam. Kita juga sudah membeli banyak barang. Apa kau tidak lapar pany~ah??” kata yuri

“Ugh..padahal baru ‘sedikit’ Tapi ya sudah. Kajja kita makan” jawab tiffany sambil melongos mendahului yuri.

“Mwo? Sedikit? Jinjja? Kedua tanganku penuh dengan kantong belanjaan, dia hanya membawa satu kantong. Ini semua belanjaannya, sedikit? Woaa…yang benar saja.” Gerutu yuri menatap punggung fany yang semakin menjauh.

th (93)

“Palli yul!! Kau bilang tadi lapar, kenapa malah diam disitu??” panggil tiffany.

“ne.ne..nyonya hwang” kesal yuri.

BRUKK…

“aww” Ringis mereka bersamaan.

“aah mianhae..gwencana agashi??” Kata gadis yang baru bertabrakan dengan tiffany.

‘oh my god’

“Agashi?”

“Ouh..ne.e?”

“Gwencana? Apa kau terluka?”

“aah gwencanha, neo gwaencanha?”

“ahh gwaencanha, kalau begitu aku permisi” Kata gadis itu sambil tersenyum

“Astaga….apa itu tadi? Dia dari university mana ya??” Tiffany masih diam menatap punggung yang semakin menjauh itu.

“Gwaencana?? Yaa!! Kenapa kau senyum-senyum seperti itu fany~ah? Mengerikan. Sepertinya otakmu konslet setelah bertabrakan tadi. Woaa aku harus mencari orang itu dan meminta pertanggung jawabannya” Tunjuk yuri pada punggung gadis tadi.

“ishh kau cerewet sekali yul..kajja”

**

“Jadi bagaimana tadi?”

“Mereka menerima tawarannnya. Syukurlah, kita bisa memanfaatkan situasi ini”

“Tentu saja mereka menerimanya, sudah ku bilang pimpinannya menyukaimu kekkek”

“hahaha yang benar saja. Tapii.. jika itu benar berarti perusahaan kita disituasi menguntungkan bukan??” Kekehnya.

“Kenapa kau jadi percaya diri sekali kim? “

“Bukankah itu memang benar ms. lee?”

“Arrasoe arraseo. Jadi apa selanjutnya?”

“eumh Kami mungkin akan melakukan beberapa pertemuan untuk membahas proyek ini dan kau tau dia mengajak rapat diluar kantor uggh” Keluh gadis itu.

“Makanlah pesonamu itu kim. Seharusnya kau segera mencari pendamping agar mereka berhenti mengejarmu”

“Ya ya ya sekarang aku sedang sibuk. Bisa saja jodohku sedang di perjalanan menuju kesini, aku menunggu disini saja hahahha”

“Bagaimana dia datang kalau kau juga tidak berusaha pendek!!”

“Ish kau jahat sekali padaku ms. lee. Kau harus sadar, kau lebih pendek dariku. Aku tidak mau tahu, pokoknya kau harus menemaniku di pertemuan nanti”

“arra arra..”

“Sudah jam istirahat, kajja kita makan siang”

“Kajja”

**

yuri POV

“Aaakhh kenyang..” aah jinja anak ini.

“Astaga fany~ah berapa umurmu, ha??” Kataku sambil terkekeh.

“Wae?”

“Kau belepotan, sini” Aku memajukan tubuhku, mencoba menghapus noda di dagunya.

“Sudah” Kataku tersenyum dan beranjak kembali ke tempat dudukku.

“Heheh gomawo yuri~ah” Ujarnya sambil tersenyum. Astaga jangan tersenyum seperti itu fany~ah. Ugh kenapa rasanya wajahku memanas. Aish jinja, semoga ia tidak menyadarinya.

“apa kau ada jadwal kuliah besok fany~ah?”

“Hmm pagi, besok hanya satu”

“Kalau begitu aku akan menjemputmu”

“Arraseo yul” ughh..dia tersenyum lagi.

“Bagaimana kalau penggemarmu melihat kita? Apa dia tidak akan membunuhku?” Dengan nada takutnya. Anak ini pintar sekali menyindirku.

“Issh kau tenang saja. Mereka kan tahu kalau kita dekat daaan jika terjadi sesuatu, aku akan menyelamatkanmu princess” *wink

th (56)

“Ughh jangan gunakan jurusmu itu padaku yul, tidak akan mempan” katanya terkekeh, justru karena itu fany~ah.

“Kajja kita pulang, sudah hampir malam”

“Aku tidak bawa mobil antarkan aku pulang, ya?” ujarnya sambil mengerucutkan bibirnya

“ck arraseo kajja”

yuri POV end

**

Yuri mengantar tiffany dengan mobil ferrari putihnya *anggapajaituya

th

Mereka telah sampai didepan rumah tiffany, dengan susah payah tiffany membawa belanjaannya.

“Sini fany~ah, aku akan membawakannya ke dalam” ujar yuri

“Gwencanha aku bisa sendiri, kau pasti lelah dari tadi hehe mian. Pulang langsung, ne?Hati-hati dijalan yul”

CUP Tiffany memberi kecupan singkat pada pipi yuri.

‘Aku tidak peduli status kita fany~ah, seperti ini saja…sudah cukup’

**

“Jadi kau tidak menerima tawarannya?”

“Ani” Jawab gadis blonde yang bernama jessica itu.

“Wae?? aish padahal kan dia tampan, kenapa kau selalu menolak mereka, huh? Jangan-jangan… Jessie, apa kau menyukai orang lain?”

“eoh” Jawabnya singkat.

“Jinjayoo!!?? Yak! Kenapa kau tak pernah bilang padaku!? Apa kau tidak menganggapku sahabatmu jessie!!?”

“Kau sendiri yang tidak pernah bertanya tiff” ujar jessica

“Kau…..ish jinjja” Dengan kesal tiffany beranjak dari duduknya.

“hei hei hei kau benar-benar marah tiff?” Jessica meraih tangan tiffany.

“…..” Tiffany hanya diam tak menjawab pertanyaan jessica.

“Mianhae. Yaa~ jangan marah tiff. Aku tidak manceritakannya karena ugh..ini..kami tidak mungkin tiff” ujarnya. Gadis itu tampak murung. Tiffany yang melihat itu langsung merengkuh tubuh sahabanya.

“heii aku hanya bercanda jessie.Kenapa kau dan dia tidak mungkin? Ayolahh kau salah satu idola kampus, siapa yang berani menolakmu jess??”

“Dia..dia menyukai orang lain tiff. Dia tidak pernah melihatku tapi tak apa, berada didekatnya saja aku sudah sangat senang tiff..hahaha lucu bukan? Jessica jung yang dibilang idola kampus, tidak bisa bersama pujaan hatinya. Bahkan dilirik pun tidak kekekk” ujarnya sambil terkekeh, tapi tiffany tahu gadis itu sangat sedih ia hanya mencoba menutipinya.

“Jangan berbohong didepanku jess, jika sakit katakan sakit. Jessie, kau sahabat terbaikku , kau pasti juga akan mendapatkan yang terbaik nantinya” Ujar tiffany sambil tersenyum mencoba menyemangati sahabatnya itu.

“Aku tahu itu” jessica terkekeh mendengar ucapan sahabatnya.

“ish..sekarang kau sudah kembali jadi jessica jung yang aku kenal. Jangan bersedih lagi, eoh? Kau harus menceritakan apapun yang mengganggu pikiranmu. Awas saja sampai kau masih ada menutupi sesuatu dariku!!” Ancam tiffany.

“kekkek arraseo nona hwang”

“Tapii…..apa kau tidak akan memberi tahu aku siapa orangnya jess?”

“……”

“heoll arraseo. Hmm apa aku mengenalnya?”

“ten-“

brukk

“Anyyeong ladies. Apa yang sedang kalian bicarakan, hm??”

“Yaa!! Singkirkan tanganmu dari bahuku kwon!!” Tiffany menepis tangan yuri yang bberada dibahunya.

“Ouuh sayang jangan teriak-teriak” yuri terkekeh melihat reaksi tiffany.

“Yaa sica~yahh kenapa kau hanya diam, huh?” Belum sempat menjawab, yuri sudah mengambil mentimun di piring tiffany dan menyodorkannya didepan wajah jessica.

“Yaa!!!! Jauhkan itu dariku bodohh!!

“hahhahhhh kau lucu sekali” Tiffany dan yuri menertawakan ekspresi kesal jessica.Yuri memang jahil pada banyak orang. Apalagi pada tiffany dan jessica yang memang dekat dengannya.

beeb beeb

“Yaa hentikan tawamu itu yul” ujar tiffany

klik

“yeobboseo”

“…..”

“Ne eonnie”

“…..”

“Arraseo unnie, ne”

klik

“Nugu?” Tanya jessica.

“Sepupuku. Dia minta tolong antarkan berkas ke kantornya. Kalau begitu aku pulang dulu ya. Aku akan menjemput berkasnya dulu” Tiffany beranjak dari tempat duduknya.

“Kajja aku antar” Yuri ikut beranjak dari tempat duduknya.

“ne?”

“Paboo. Kau  tidak bawa mobil apa kau lupa? Pergi denganku, pulang juga harus denganku. Kajja, kami duluan sica~ah” Yuri mengambil tangan tiffany untuk digenggamnya.

Bye jess” Tiffany dengan cepat mencium pipi sahabatnya itu karena yuri menarik tangannya. Jessica menatap kepergian kedua sahabatnya itu.

th (38)

‘Kau mengenalnya tiff, bahkan dekat’

**

Tiffany sudah sampai di depan gedung mewah itu. Awalnya yuri ingin mengantarnya tapi tiffany menolak. Tiffany sudah tahu ruangan mana yang akan dia tuju karena tadi sepupunya sudah memberi tahu kemana berkas itu akan diantar.

Tiffany POV

“Ini dia”

ceklek

“Eonni ini berkas yang kau min-“

“oo tiff kau sudah datang, masuklah”

‘Dia!!??’

“Tiff?”

“Aah ne eonni. Hmm apa aku mengganggu eonni?” tanyaku hati-hati.

“Aniyo duduklah. Kau ingin minum apa tiff?”

“Gwaencanha eonn tak usah”

“Arraseo. Ah kenalkan ini temanku kim pendek, kau bisa memanggilnya ahjjuma tiff” Kata eonnie memperkenalkan seseorang yang dari tadi diam menatap kami.

“Yaa!!! Kurang ajar!! Enak saja kau !! Jangan dengarkan dia namaku taeyeon, kim taeyeon dan jangan panggil aku ahjumma panggil saja eonni” Apa-apaan!? Memangnya dia umur berapa? Kelihatannya masih kecil.

“Tiffany, tiffany hwang. Mian tapi kalau boleh tahu apa kau juga bekerja disini? Hanya saja, kelihatannya kita seumuran bahkan kau terlihat lebih muda dari ku” tanyaku hati-hati. Aku tidak mau kalau nanti dia tersinggung dengan pertanyaanku.

“buahahahahahha aigo hahah aigo ottokhae? Aku tidak bisa berhenti hahaa” Sunny eonnie malah tertawa sangat keras. Apa pertanyaanku salah?

“Yaa tiffany umurnya sudah 27 tahun, makanya tadi aku suruh kau memanggilnya ahjjuma kekkekk dia memang terlihat seperti anak kecil hahaa” kata eonni sambil tertawa.

“Mwo?” Bagaimana bisa wajahnya masih terlihat muda begitu.

“Yaa!! Diam kau lee sunkyu. Aissh pokoknya jangan panggil aku ahjjuma, panggil saja eonnie” Jawabnya kesal. Ia melipat tangan di dada sambil mengerucutkan bibirnya, lucu.

“Hufftt arraseo arraseo. Oiya tiff, apa kau membawa mobil? Aku tidak membawa mobil, bisa antarkan aku keapartemen? Si tiang sedang bekerja, aku tidak mau merepotkannya, hm?”

“Aku bawa eonnie. Arraseo, aku akan mengantarkan eonnie dulu” jawabku.

“Baiklah. Kalau begitu tunggu sebentar, ne?”

.

.

.

.

.

Tbc

Yuhuu~ ada yang baru nihh…

Cerita ini ga terlalu panjang, cuma beberapa part..

Semoga sukaaaaa~ :*

THANKS TO ETERNITY HAPPINESS

Pappaayy~

Advertisements

53 thoughts on “L.O.V.E (1)

  1. haloo thor, gue seneng sama beberapa ff lu dan gue ngak perez ya, lu salah satu best author dari beberapa ff yg udah pernah gue baca, gue sengaja commen dulu sebelum baca, terus berkarya thor 🙂

    Like

  2. widih ff baru, diawal keliatan fany suka sama tae, semacam suka pada pandangan pertama gitu keknya ya 😁😁
    ckck kasian itu sica yang bertepuk sebelah tangan sama yuri 😂😂
    ditunggu thor lanjutan ff nya, sama chapter 3 everything has change 👍👍

    Like

  3. Huff knp harus ada yuri lah terus klo yuri suka sama pany jessi sama siapa gitu lah terus tae jg sama siapa? Masa Ia taengsic ahh ngebuka luka lama

    Like

  4. Anjayy ahjummaa wkwk
    Btw tumben tumbenan Jessica suka duluan ama kwongul 😄😄 cepet jadian deh yulsic ma taeny biar bisa double date 😍😍

    Like

  5. Cinta dalam hati bua sica ..
    Kasian nya pdhal dekat tp fa bisa gapai hiks ..
    Semangat trus thor,
    Maaf lahir bathin jg yaa

    Like

  6. Hai thor salam kenal lebih dulu.
    Aku tdk ingat pernah kemari atau gak yg jelas aku tdk ingat dan tdk mau mengingatnya wkwkhahaaa.
    Bercanda thor yg jelas sudah pasti aku tdk akan bisa mengingatnya.

    Ini taeny kan? Yulsic juga tak apa haha,,.
    Yg jelas ini pasti soosun ia kan? Hehe
    Yul bisakah melirik sica dikit saja

    Like

  7. Love love love deh buat author, kagum sama karya karya mu thor. Hehe

    Ini jangan sampai si fany jadian sama si tae. Kasian yul doong😂
    Sica suka sama yul tapi yul suka sama fany ya? Tapi kelihatannya si fany kagum sama tae. Ayoo thor lanjut teruss

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s