Without Love

screenshot_2017-05-01-13-04-46.jpg

Tittle : Without Love

Cast : Kim Taeyeon & Tiffany Hwang

Other cast: Kwon Yuri

Genre : Girl x Girl

Typo

Happy Reading

.

.

.

Tiffany menatap Taeyeon yang sedang berbaring direrumputan dengan mata terpejam. Taeyeon sungguh cantik tapi sesekali ia akan terlihat tampan dangan sifat manlynya. Hari sudah menjelang sore. Tiffany ingin membangunkannya, tapi niat itu tertahan melihat wajah tidur Taeyeon yang begitu damai. Mereka sudah mengenal satu sama lain dengan waktu yang cukup lama. Saat berumur 8 tahun Tiffany pindah kekorea dengan bahasa korea yang kurang lancar, karena itu ia tidak memiliki teman. Saat itu lah Taeyeon datang, mengajarinya segala sesuatu yang Tiffany tidak tahu walapun itu sedikit sulit untuknya. Taeyeon selalu ada saat Tiffany membutuhkannya, saat tiffany bersedih Taeyeon akan melakukan berbagai cara agar dapat mengembalikan senyum indah Tiffany yang sangat ia kagumi. Mereka saling menyayangi satu sama lain, tahu kekurangan dan kelebihan masing-masing juga tahu hal-hal yang disuka ataupun tidak disuka. Karena itulah mereka sangat jarang bertengkar, kalaupun iya taeyeon masih dapat mengatasinya. Tiffany….sangat berharga untuknya.

‘Salah jika orang-orang beranggapan manusia itu tak ada yang sempurna tae’ Tiffany tersenyum melihat bibir mungil Taeyeon yang bergerak-gerak kecil.

‘Bagaimana bisa saat tertidurpun kau masih terlihat sangat imut kim’

“Sudah puas memandangiku?”

“!!”

“Taa.e, Kau tidak tidur?”

“Ani”

“Ish.. Lalu apa yang kau lakukan? Berpura-pura tidur, huh?”

“Hanya menikmati udara disore hari. Lalu aku menangkap basah seorang gadis sedang mengagumi wajahku” Taeyeon bangkit dari posisinya. Ia menatap tiffany menaik turunkan alisnya menggoda tiffany.

“Selalu saja. Kau terlalu percaya diri nona kim” Dengus Tiffany.

“Hahaha ada apa dengan ekspresi wajah itu? Aku benar bukan, aku sangat menggemaskan” Apa yang dikatakan taeyeon memang benar adanya, bahkan tiffany mengakuinya. Tapi tiffany tak ingin memujinya secara langsung. ‘Bisa-bisa ia makin besar kepala’

“Kau bukan terlihat menggemaskan. Kau seperti anak kecil yang terlanjur dewasa. Saat merengek, kau akan terlihat seperti anak kecil yang permennya diambil tae”

“Mwo? Ini bukan seperti anak kecil pany~ah. Ini awet muda, ingat itu awet..muuuuda”

“Terserah apa katamu” Tiffany bangkit dari duduknya, melangkah pergi meninggalkan taeyeon yang masih duduk dengan wajah imutnya.

“Yaa! Hwang Miyoung! Kau mau kemana?”

“…” Tiffany hanya diam. Ia terus melangkah tanpa mengindahkan pertanyaan taeyeon.

“Kau tega meninggalkanku sendiri disini” Ujar Taeyeon dengan nada yang dibuat-buat. Tiffany menyerah, ia berbalik mendekati taeyeon.

“Ayo pulang, ini sudah sore” Tiffny mengulurkan tangannya. Taeyeon menatap tangan itu sebentar, sebelum menyambut uluran tangan tiffany. Bukannya berdiri taeyeon malah menarik tangan tiffany hingga ia terduduk lagi disamping taeyeon.

“Yakk!! Apa yang kau lakukan!” Tiffany akan berdiri tapi ditahan oleh taeyeon.

“Ayolah pany~ah sebentar saja” Ujar Taeyeon dengan puppyyesnya.

“Arraseo. Hanya sebentar” Tiffany mengalah. Taeyeon memang selalu berhasil membuat tiffany luluh. Ia selalu berhasil membuat tiffany tak bisa menolak permintaannya.

“…..”

“Pany~ah”

“Hmm?”

“ah tidak”

“Ne?”

“huft aku hanya tak suka suasana hening”

“Kau aneh kim” Taeyeon justru terkekeh mendengarnya. Taeyeon mengambil tangan tiffany, menggenggam dan mengelusnya dengan lembut. Tiffany yang merasakan kelembutan itu menoleh menatap tautan tangan mereka. Ia melihat kearah taeyeon yang juga tersenyum melihat tautan tangan mereka.

“Pany ~ah aku punya sesuatu untukmu” Taeyeon mengambil sesuatu dari belakang punggungnya. Sebuah kotak. Ia menyodorkannya didepan tiffany.

“Ige mwoya?”

“Bukalah” Tiffany membukanya. Tiffany menoleh kearah taeyeon dan mendapat anggukan dari taeyeon.

“Tae, ini-“

“Sini aku pasangkan” Taeyeon mengambil kalung dengan simbol ‘T’ itu, memasangkannya leher putih tiffany.

“Yeppuda. Terlihat cocok denganmu. ‘T’ untuk Taeyeon dan Tiffany” Ujar taeyeon menunjukan senyuman termanisnya.

“Gomawo tae”

“Tidak tidak. Jangan mengucapkan terima kasih, ini sudah seharusnya pany~ah. Dengar, kau hanya perlu percaya padaku. Kita tak tahu kedepannya seperti apa, tapi aku sungguh berharap kita akan bersama dengan waktu yang cukup lama. Aku akan mencari cara untuk itu.” Ujar Taeyeon dengan serius, tak ada senyum dork atau wajah kekanakan terlihat disana. Tiffany membalas tatapan Taeyeon dengan tatapan teduhnya. Ia mengambil tangan taeyeon dan menggenggamnya dengan erat.

“Tae, apa yang kau katakan? Aku juga ingin bersama denganmu untuk waktu yang lama bahkan selamanya. Tak hanya kau sendirian yang berjuang disini, aku juga akan mencari cara untuk itu. Jangan menyerah padaku tae, bahkan jika aku menjauh. Percayalah aku akan kembali. Aku akan selalu ada untukmu dan kita akan bersama selama mungkin”

“Tentu saja. Jika kau menjauh dariku, aku akan membawamu kembali. Jika ada yang membawamu pergi, aku akan memukul orang yang telah menculikmu dariku hahahaa” Ujar taeyeon dengan tawa ahjummanya.

“Kau sudah kembali tae” Cibir tiffany.

“Aku hanya takut kau pergi dariku. Aku sudah terbiasa hidup denganmu, aku tak bisa membayangkan bagaimana hidupku jika kau pergi dariku pany~ah”

“Kau mulai lagi tae, sudah kukatakan ak-“

“Arraseo arraseo, Aku tahu kau tak akan bisa jauh-jauh dariku karena kau sangat beruntung ada aku disampingmu hahhaa. Kajja kita pulang, hari sudah semakin gelap” Taeyeon membantu tiffany berdiri, berjalan beriringan dengan tangan saling terpaut. Tiffany menatap kearah tangannya yang digenggam oleh taeyeon.

‘Kau benar tae, aku sangat beruntung’

Suatu saat nanti aku akan menjadi cintamu

Satu-satunya cintamu

**

“Ayolah tae aku ingin kau memakainya”

“Tidak pany~ah, itu memalukan”

“Ya sudah kalau begitu”

“Hei hei jangan marah. Baiklah aku akan memakainya”

“Kyaa!! Tae, kau sangat menggemaskan. Aku tak mau tahu, kau harus memakainya sampai kita sampai rumah nanti”

“Arraseo nyonya hwang”

Cup* Tiffany memberikan kecupan singkat dipipi mulus taeyeon.

“Kajja kita lihat yang lain. Satu lagi, jangan megerucutkan bibirmu kim” Tiffany terkekeh melihat taeyeon yang mengerucutkan bibirnya dan bergumam kecil. Ia sungguh malu memakai bando bertuliskan ‘party’ itu dikepalanya.

screenshot_2017-05-01-13-03-11.jpg

Aku mencintaimu tanpa syarat

Tak masalah jika aku harus menunggumu

Walaupun itu membutuhkan waktu yang lama

**

“Mooom kami pulang!!”

“Kenapa harus teriak-teriak tiff” Tiffany hanya terkekeh mendengar perkataan mommynya.

“Taeyeon, makanlah dulu. Mommy sudah menyiapkan makanan”

“Anio mom, ini sudah malam. Aku langsung pulang saja”

“Tidak tae, kau harus makan dulu”

“Tapi pany-”

“Kajja” Tiffany menarik tangannya sebelum taeyeon menyelesaikan kalimatnya. Sedangkan Mrs. Hwang hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sifat tiffany.

“ckckck anak itu”

Mereka bilang cinta butuh waktu.

Setelah aku bertemu denganmu, Aku fikir mereka salah.

**

“Bagaimana kuliahmu taeyeon?”

“Baik-baik saja mom. Hanya menunggu beberapa bulan lagi”

“Apa yang akan kau lakukan setelah itu tae?”

“Hmm. Mungkin, aku akan menikahimu” Ujarnya dengan senyum dorky.

“Kau tak bisa menikahiku sebelum kau medapat pekerjaan dan mempunyai gaji yang tinggi tae”

“Hahaha kau tahu aku sangat pintar pany~ah, kau tenang saja aku pasti akan jadi orang kaya nantinya. Berjanjilah kau akan menikah denganku” Ujar taeyeon dengan mulut yang penuh dengan makanan. Mrs. Hwang terkekeh melihat tingkah kedua gadis itu. Ia bersyukur ada taeyeon  disamping anaknya.

Sampai kapan aku harus bersabar

Apa kau tidak tahu? Hanya kau yang ada dihatiku

**

CKITT…. BRUUK

“Tiffany!!!” Mrs. Hwang berlari kearah tiffany yang tergeletak dijalan. Taeyeon yang baru sampai langsung keluar dari mobilnya dan berlari kearah tiffany.

“Pany~ah bangunlah! Hwang Miyoung!! Jangan tutup matamu, lihat aku!!” Taeyeon merengkuh kepala tiffany dengan wajah yang telah tertutup cairan merah.

“Buka matamu, pany~ah!! Ambulance!! Panggil ambulance!!” Air mata taeyeon mengalir begitu saja, nafasnya tersengal. Rongga dadanya terasa sesak melihat orang yang sangat berharga untuknya terkulai tak sadarkan diri dipelukannya. Yang sangat menyakitkan, ia melihat kejadian itu didepan matanya tanpa dapat mencegah hal itu terjadi.

Tiffany dilarikan kerumah sakit terdekat. Taeyeon dan Mrs.Hwang menunggu diluar ruang operasi. Setelah 6 jam menunggu, lampu didepan pintu operasi mati, menandakan operasi telah selesai.

“Keluarga pasien tiffany?”

“Ne, sus. Ini ibunya dan aku temannya.”

“Mari ikut saya, dokter ingin bicara kondisi pasien tiffany”

Tap tap tap 

Ceklek

“Silahkan duduk Taeyeon-shi dan Mrs. Hwang. Aku kwon yuri, dokter yang menangani Tiffany. Benturan dikepala tiffany sangat keras menyebabkan pendarahan dan operasi yang dilakukan berjalan lancar. Dia akan bangun beberapa hari kedepan, setelah itu aku akan memeriksanya lagi. Kita akan melihat apa ada hal lain akibat benturan dan operasi yang dijalaninya”

“Gomawo Yuri-shi”

“Ne”

Taeyeon dan Mrs. Hwang masuk ke kamar tiffany. Tangis mereka pecah melihat tiffany yang berbaring tak berdaya diranjang pasien itu. Taeyeon berdiri disamping ranjang tiffany. Ia menggenggam tangan tiffany yang terasa dingin.

“Aku tahu kau kuat pany~ah, bangunlah”

Kenyataan menamparku

Dirimu tak pernah untukku

**

Taeyeon selalu setia menunggu kesadaran tiffany. Ia menyempatkan datang di jadwalnya yang padat karena memang Mrs. Hwang tak mengijinkan taeyeon untuk mengabaikan kuliahnya. Taeyeon selalu menggenggam tangan dingin tiffany, menceritakan hari-hari yang ia jalani. Sampai hari itu datang, ia melihat jari tiffany bergerak kecil. Taeyeon segera menekan tombol yang ada di atas ranjang tiffany.

“Pany~ah kau sudah bangun?” Tiffany mulai membuka matanya dengan perlahan. Penglihatannya sedikit sedikit kabur. Setelah beberapa saat barulah tiffany dengan jelas dapat melihat taeyeon dihadapannya dengan senyum serta air mata yang mengalir bebas dipipinya.

“Pany~ah kau mendengarku? Kenapa diam saja? Apa ada yang sakit? Katakan padaku. Tunggulah sebentar, dokter akan segera kesini”

“Nu..nugu?” Kata pertama yang diucapkan tiffany membuat jantung taeyeon berdetak tak karuan.

“Kakiku…. kenapa berat sekali? Ada apa dengan kakiku!?” Apa.a? Apa yang terjadi?

“Pa.any~ah-”

Ceklek

“Biarkan kami memeriksanya, kau bisa keluar dulu taeyeon-shi”

Taeyeon perlahan melangkah keluar, tatapannya kosong. Ia terus memikirkan kalimat yang dilontarkan tiffany. ia-

“Taeyeon~ah, bagaimana keadaan tiffany?” Ujar Mrs. Hwang yang baru datang dan melihat yuri dan suster-suster lainnya masuk keruangan tiffany.

“Pa.any.. Pany sudah sadar, tapi..”

“Tapi apa tae!?”

Ceklek

“Yuri-shi bagaimana keadaan tiffany?”

“Hasil tess sudah keluar, aku sudah menduga hal ini tapi karena tiffany belum sadar maka aku belum bisa memastikannya. Maafkan aku mengatakan hal ini Mrs. Hwang, Tiffany kehilangan ingatannya dan itu jangka panjang bisa dibilang permanen. Tiffany.. tiffany juga mengalami kelumpuhan pada kakinya, tapi kalian tenang saja ia akan dapat berjalan lagi jika melakukan  terapi dengan teratur”

Mrs. Hwang menangis dengan keras sebelum segera masuk ke dalam ruangan tiffany. Taeyeon? Taeyeon hanya diam mematung. Air matanya terus mengalir, ia hanya diam tak berniat masuk keruangan tiffany. Fikirannya kosong, ia tak tau harus berbuat apa. Tak lama setelah itu ia mendengar teriakan histeris dari ruangan tiffany, itu suara…tiffany.

Sampai pada akhirnya aku tahu kau tidak bersungguh-sungguh

Dari awal…

**

“Hei”

“….”

“Apa yang kau lakukan disini?”

“….”

“Apa kau sudah melakukan terapi hari ini?”

“….”

“Aku tahu kau tak mengingatku, mari kita mulai dari awal. Namaku kim taeyeon”

“….”

“Kau mungkin tak mengingatku lagi pany~ah, tapi aku senang sempat membuat kenangan indah bersamamu” Setelah mengatakan itu taeyeon memberikan selembar foto ke tangan tiffany yang diam di kursi roda yang ia duduki.

screenshot_2017-05-02-17-28-44.jpg

Aku hancur, Aku terluka

Tapi aku beruntung sempat embuat banyak kanangan denganmu

**

Semakin hari kondisi tiffany semakin membaik. Tapi…Ini menyakitkan. Taeyeon melihat tiffany dan yuri yang semakin hari semakin dekat. Tiffany tampak sangat senang jika ada yuri disampingnya. Taeyeon dengan jelas merasakan perbedaan sikap tiffany saat ada dan tidak adanya yuri disamping tiffany. Saat bersama taeyeon, tiffany hanya bicara seadanya. Bahkan tak ada lagi sikap manja dan panggilan ‘taetae’ pada taeyeon. Yang ada hanya.. Taeyeon-shi.

“Kajja pany~ah, jangan takut. Aku akan memegangimu”

Taeyeon berdiri didepan tiffany dengan tangan terulur kedepan. Dengan susah payah tiffany berusaha bangkit, keringat meluncur diwajah cantiknya. Tiffany berdiri!! Tiffany bisa berdiri walaupun pada akhirnya keseimbangannya mulai terganggu. Dengan sigap taeyeon menangkap tubuh tiffany. Ia memeluk tubuh lemas tiffany.

“Kau bisa pany~ah” bisik Taeyeon, ia mengeratkan pelukannya pada tiffany. Perlahan-lahan tangan tiffany terangkat membalas pelukan taeyeon. Air mata taeyeon mengalir, ia sangat merindukan pelukan gadis ini. Senyum dork, tawa ahjjuma, sikap manja, semua sudah hilang. Yang ada hanya air mata dan kepalsuan. Taeyeon sangat hancur.

“Gomawo taeyeon-shi”

“Kau hebat fany-ah” Yuri yang baru datang merentangkan tangannya, meminta tiffany menyambutnya. Tiffany melepas pelukannya dengan taeyeon dan beralih bertumpu pada yuri.

“Ini berkatmu dan taeyeon-shi” Ujar tiffany dengan senyum indahnya, tak sadar taeyeon terluka melihatnya.

‘Dulu hanya aku yang bisa membuatmu tersenyum seperti itu pany-ah

Dan saat ia datang 

Kau berubah…

**

Hari ini ulang tahun tiffany, taeyeon sudah menyiapkan semuanya. Ia melangkah sesekali bersenandung kecil, ia tak sabar bertemu tiffany. Merayakan hari special gadis itu, seperti tahun-tahun lalu.

“Pagi mom”

“Tae, Kau disini?”

“Tentu saja mom, hari ini hari spesial tiffany. Aku ingin memberinya kejutan, dia dimana mom?”

“Dia ada dikamarnya, tapi-”

“Aku akan melihatnya mom” Taeyeon bergegas ke atas tak sabar menemui gadis itu.

“Taeyeon~ah” lirih Mrs. Hwang.

Taeyeon sudah mendekati pintu tiffany. Ia memakai bando kelinci yang sungguh imut. Ia ingat bagaimana tiffany memaksanya menggunakan aksesoris-aksesoris lucu dan gadis itu tampak senang jika taeyeon mau memakainya.

“Aku juga mencintaimu yul”

Degg

Suara itu mengentikan tangan taeyeon yang akan membuka pintu kamar bercat pink itu. Kepalanya terasa berputar tak jauh berbeda dengan hatinya yang sakit. Pada akhirnya…semua sia-sia. Ia tersenyum gentir. Ia harus segera pergi sebelum air matanya jatuh lagi. Taeyeon melangkahkan kakinya perlahan menjauh. Ia lelah, benar-benar lelah.

“Taeyeon?”

“Mom” Taeyeon dengan cepat memeluk Mrs.Hwang, memeluknya dengan erat. Tidak, taeyeon tidak menangis, ia hanya ingin memeluk wanita tua yang sudah ia anggap sebagai ibu kandungnya itu.

“Taeyeon-”

“Gwaencana mom, Gwaencana.” Taeyeon melepas pelukannya, menatap Mrs.Hwang dengan senyumnya. Sekarang senyum itu tak lagi sama. Mrs.Hwang menyadari itu. Ia menyayangi taeyeon sama seperti ia menyayangi tiffany.

“Mom, bisakah aku menitip ini untuk tiffany. Aku pergi” Mrs. Hwang menatap sedih kepergian taeyeon. Ia tahu ini sulit untuknya, tapi ia juga tak tahu apa yang harus ia lakukan. Kondisinya sungguh sulit.

Apa kau tahu betapa hancurnya aku saat ini?

Cerita kita yang dulu hilang entah kemana

**

“Mom, lihatlah aku sudah resmi dengan yul” Tiffany dengan exited menunjukan cincin silver yang melingkar indah dijari manisnya.

“Kemarin Taeyeon menitipkan ini” Tiffany mengambilnya dan sedikit mengguncangnya penasaran dengan apa yang ada didalam kotak itu.

“Kenapa taeyeon-shi tak memberikannya langsung padaku mom?”

“Apa kau bahagia bersama yuri?” Sekali lagi Mrs Hwang tak menanggapi perkataan tiffany, ia menatap anak semata wayangnya itu dengan senyum kecil yang sedikit dipaksakan.

“Tentu saja aku bahagia mom. Kalau tidak mana mungkin aku menerimanya menjadi kekasihku, mommy aneh. Aku kekamar dulu, bye mom”

Tiffany duduk dikasur kamarnya. Dengan perlahan ia membuka kado dari taeyeon.

“Ige mwoya?” Tiffany melihat sebuah kotak bewarna merah, sebuah flashdisk bewarna biru dan..surat? Tiffany mengambil surat itu dan mulai membacanya

Dear Pany Pany Tippanynya Taetae

Hmm entah aku masih bisa memanggilmu begitu atau tidak. Pertama-tama happy birthday pany-ah. Aku selalu berdoa pada tuhan yang terbaik untukmu. Aku berharap kita dapat merayakan ulang tahunmu seperti tahun-tahun lalu. Aku tau kau tak mengingatku, tapi berikan aku kesempatan pany~ah. Sangat sakit untukku melihat alasan dibalik tawamu sekarang bukan aku lagi, sakit mendengarmu mengucapkan namaku tak seperti dulu lagi, ‘Taeyeon-shi’? kekkekk itu membuatku sedih. Tapi tak apa, berada disampingmu saja sudah cukup untukku. Maka dari itu biarkankan aku berada disampingmu untuk waktu yang lama, sesuai janjiku padamu. Kita sudah saling mengenal dengan cukup lama, tapi aku belum pernah mengatakan ini. Aku takut aku akan terlambat, jadi… Saranghae Tiffany Hwang

With Love,

Taetae

“Taetae? Eh?” Tiffany meletakan jemarinya dipipi mulus itu. Buliran krystal meluncur begitu saja.

‘aku menangis? Siapa dia?’

Tiffany menghidupkan laptopnya. Ia mengambil flashdisk itu, melihat apa yang ada didalamnya. Tiffany mulai membuka satu-persatu. Isinya video, video dirinya dan taeyeon. Video saat merayakan ulang tahunnya, saat menikmati liburan musim panas di jeju, video keusilan taeyeon padanya dan masih banyak lagi.

“Akkh” Kepalanya terasa berat, satu-persatu bayangan mucul dikepalanya.

‘Bagaimana bisa saat tertidurpun kau masih terlihat sangat imut kim’

“Pany ~ah aku punya sesuatu untukmu”

“Tidak tidak. Jangan mengucapkan terima kasih, ini sudah seharusnya pany~ah. Dengar, kau hanya perlu percaya padaku. Kita tak tahu kedepannya seperti apa, tapi aku sungguh berharap kita akan bersama dengan waktu yang cukup lama. Aku akan mencari cara untuk itu.” Ujar Taeyeon dengan serius, tak ada senyum dork atau wajah kekanakan terlihat disana. Tiffany membalas tatapan Taeyeon dengan tatapan teduhnya. Ia mengambil tangan taeyeon dan menggenggamnya dengan erat.

“Tae, apa yang kau katakan? Aku juga ingin bersama denganmu untuk waktu yang lama bahkan selamanya. Tak hanya kau sendirian yang berjuang disini, aku juga akan mencari cara untuk itu. Jangan menyerah padaku tae, bahkan jika aku menjauh. Percayalah aku akan kembali. Aku akan selalu ada untukmu dan kita akan bersama selama mungkin”

“Tentu saja. Jika kau menjauh dariku, aku akan membawamu kembali. Jika ada yang membawamu pergi, aku akan memukul orang yang telah menculikmu dariku hahahaa”

‘Kau benar tae, aku sangat beruntung’

‘Hahaha kau tahu aku sangat pintar pany~ah, kau tenang saja aku akan menjadi orang kaya. Berjanjilah kau akan menikah denganku’

‘Kemarilah sayang, aku akan menciummu’

“Arrghh!! Berhentii!!”

Ceklek

“Fany~ah ada apa!? Kau kenapa, sayang!?”

“Ada apa sayang!?” Mrs.Hwang masuk dengan yuri yang baru saja sampai. Mrs Hwang memeluk tubuh tiffany yang bergetar dengan keringat dingin yang menguncur.

“Taa..e Taetae, dimana di.a mo.om?” Ujarnya terbata.

“Taeyeon sudah pergi sayang. Ada apa denganmu?” Jawaban Mrs Hwang membuat tangis tiffany semakin kencang.

“Ada apa fany~ah?” Yuri bingung melihat tiffany seperti ini.

“Hiks Tae hiks, aku mengingatnya mom hiks aku mengingatnya”

Ternyata kau memang bukan untukku

Pada akhirnya aku yang melanggar janjiku

Ingatlah satu hal, aku mencintaimu..sangat

.

.

END

or Tbc, End aja dehh hahaha. Dateng” bawa ff cedihh wkwk, miiaaaannn. *Kabuuurr

Follow ig Locksmith_v

Thanks to Eternity Happiness

 

54 thoughts on “Without Love

  1. Dan ini tulisan yang aku baca di wpmu pertama kali thor vee klo ga slh, dan pas bnget nemunya yang nyesek ini wkt itu, gara2 author bkin mewe. Hehe,, 😀 Sehat, dan Semangat thor, trusiin lovenya,, sya udh bca tuh pnsrn lanjut nya. Mksh,,

    Like

  2. Oke kaget ada wp ini dan isinya kaya wp favorite gue ternyata pindah toh.

    First, itu astaga nasip fany tragis mesti kecelakaan dan amnesia, but taeng lebih perih ya thor.
    Setia, tapi gak dianggep. Dilupakan tepatnya. Omg tapi bersyukur ada orang” kaya yul yg bikin fany lebih semangat.

    Ini beneran udah end? 😭😭😭 bukan taeng banget kalo gak nepatin janjinya dan nyerah secepet ini

    Like

  3. Ayo dong thor buat sequelnya seru banget nih kalo dibuat sequel, kasian kan taeyeon udah berkorban banyak tapi ga jadi sama fany hiks hiks i need a sequel author please

    Like

  4. Duh, napa mesti jd Yulti sich? Bukannya ndk suka cm dr segi karakter ke2nya kan rada rame orangnya, kl Tae kan pendiem jd cocok ama fany yg rame. Kasihan Taetae merana sendiri. Kl Yuri ma Fany, Tae cr Sica aja ya

    Like

  5. Kok kesel ya. Baru kalai ini gue ga setuju dengan yulti wkwkwkwkkw ya mungkin karena yulti terlalu terburu buru untuk jadi kekasih eaaaa ateng itu kemana ya?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s