Meet You..Again

screenshot_2017-05-26-23-39-232.jpg

Cast: Taeny

Genre: G x G

Happy Reading

.

.

Tiffany Hwang, mereka biasa memanggilnya fany. Gadis turunan korea-amerika yang sungguh memikat. Ini semester keduanya di Soshi University dengan jurusan manajemen. Mengapa manajemen? Tiffany anak tunggal, mau tidak mau ialah yang akan meneruskan perusahaan daddynya.

Semester ini terfikir olehnya untuk masuk suatu organisasi. Sebelumnya Tiffany belum pernah mengikuti organisasi, ia berfikir organisasi hanya membuang-buang waktu. Berkumpul untuk hal yang tidak jelas, menunggu tanpa kepastian, rapat hal yang tidak penting. Begitulah pemikiran Tiffany pada ORGANISASI. Beberapa alasan membuatnya ingin mencoba ikut organisasi. Pertama, banyak yang mengatakan jika organisasi akan sangat bermanfaat saat ia bekerja nanti. Kedua, tiffany merasa buruk saat berbicara didepan banyak orang. Ketiga, Paksaan dari sahabatnya yang juga ingin mengikuti organisasi, sunny. Sunny sudah mendaftarkan nama mereka. Dipapan pengumuman dijelaskan bahwa mereka akan mengikuti acara pembukaan selama 2 hari.

**

Ini hari pertama acara pembukaan. Tiffany dan sunny duduk di deretan kursi belakang. Semua terasa membosankan, secara bergatian para senior berbicara didepan. Tiffany tidak begitu memperhatikan mereka, ia masih mengantuk karena acaranya memang mulai dipagi hari. Tiffany mengedarkan pandangannya pada calon anggota lain yang terlihat begitu serius memperhatikan.

“!!!”

Kedua mata itu bertemu. Seorang gadis dengan rambut blonde, kulit putih mulus, sangat cantik. Hanya sebuah tatapan. Mereka terdiam selama 2 detik sebelum saling memalingkan wajah masing-masing.

‘Apa itu tadi?’

Tiffany mulai mencoba memperhatikan senior yang sedang berbicara didepan. Entah mengapa ia merasa ada yang memperhatikannya. Bukankah kita tahu saat ada orang lain memperhatikan kita? Tiffany mengedarkan pandangannya, ‘dia lagi?’ ‘Tiffany menangkap gadis itu sedang menatapnya dan dengan cepat menoleh. Masih seperti tadi, hanya tatapan yang ia tidak mengerti artinya. Hal itu berlangsung beberapa kali hingga sampai dipenghujung acara.

Tiffany dan sunny berjalan keluar. Mereka berjalan kearah parkiran untuk mengambil sepeda motor sunny. Tiffany memang tidak membawa sepeda motor hari ini, mobil? Ia lebih menyukai mengendarai sepeda motor pink kesayangannya.

“Naiklah Fany~ah”

“Ne, kajja” Tiffany menaiki motor sunny dengan helm pink yang sudah melekat dikepalanya. Sebelum sampai gerbang, Tiffany melihat gadis itu. Ia berjalan dengan teman-temannya sesekali tertawa.

‘cantik’

screenshot_2017-05-02-17-27-51.jpg

**

Ini hari kedua mereka mengikuti acara pembukaan. Tiffany melihatnya lagi, masih sama seperti kemarin. Anehnya Tiffany tak risih dengan tatapan gadis itu, justru tatapan itu membuatnya gugup. Tiffany tak mengerti kenapa gadis itu tak tersenyum ataupun menyapanya, bahkan saat mereka berselisih jalan. Sedangkan tiffany terlalu gensi untuk memulainya duluan.

“Sunny~ah, lihat disana. Bukankah dia melihat kesini?”

“Omo.. dia cantik sekali. Kenapa aku tak pernah melihatnya?”

“Bahkan aku melihatnya dari kemarin”

“Dia terlihat seperti seorang aktris” Sunny terkekeh setelah mengatakan hal itu.

Pada sesi akhir senior meminta untuk foto bersama. Tiffany sudah duduk pada posisinya. Ia melihat gadis itu masih bingung memilih posisinya, tiba-tiba seorang senior memintanya untuk berdiri dibelakang Tiffany.

Klik

Klik

“Semua dengar!! Minggu depan kita akan mengadakan acara outbound. Kelompok sudah dibagi, kalian dapat melihatnya di papan pengumuman. Tentukan nama, yel-yel dan warna baju kelompok masing-masing. Kelompok yang datang terlambat akan dihukum! Arraseo!?”

“Ne!!”

Mereka melangkah keluar, beberapa masih ada yang didalam sedang foto bersama senior. Diluar tampak banyak yang  bediri didepan papan pengumuman untuk melihat pembagian kelompok.

“Woaa kita sekelompok”

“Yeyy!!”

Tiffany dan sunny menunggu sampai disana agak sepi, terlalu malas untuk berdesak-desakan

“Kau kelompok 4 Fany~ah”

“Jinjja? Bagaimana denganmu?”

“Aku kelompok 1”

“Yahh~”

“Jangan begitu. Dengan begini kita akan mendapatkan teman baru, bukankah itu bagus?”

“Huft arraseo”

“Kelompok 4! Berkumpul!!”

“Kelompok 2!!

“Kelompok 1!!”

“Kelompok 3 disini!!” Senior yang menjadi pembimbing memanggil kelompok yang mereka pegang untuk berkumpul.

‘Dia!? Dia satu kelompok dengan sunny!? Hufft Sunny beruntung sekali.’Tiffany melihat sunny melirik padanya. ‘Sial.. dia menggodaku’ Mereka berdiskusi selama setengah jam, setelah dapat keputusan mereka diperbolehkan pulang.

“Fany~ah”

“Hmm kajja kita pulang” Tiffany menarik sunny keluar menuju parkiran.

“Hi Sunny~ah” mwo? dia...

“Hi Taenggo” Tiffany menatap punggungnya yang menjauh. Setelah menyapa sunny, ia pergi begitu saja. ‘Apa dia tidak melihatku!? Tck yang benar saja’

“Kim Taeyeon”

“Ne?”

“Namanya Kim Taeyeon, jurusan seni semester 2”

“Kau tahu dari mana?”

“Bukankah kami satu kelompok” Sunny menatap tiffany sambil menaik turunkan alisnya.

“Lagi pula.. Kenapa mengatakannya padaku?”

“Siapa tahu kau membutuhkan informasi” *wink

“Yaa!! a.apa..apa maksudmu?” Sunny hanya mengangkat bahunya dan berjalan mendahului tiffany.

“YAA!! lee sunkyu. Tunggu aku!”

**

“Semua sudah siap!?”

“Ne!?”

“Ini petunjuk untuk kalian, didalamnya ada lokasi tujuan dan uang untuk kalian pergi kesana! Tidak boleh menggunakan kendaraan pribadi!! Yang sampai pertama kali akan mendapat hadiah, Arraseo!?”

“Ne!!” Tiffany membuka kertas peta sebagai petunjuk yang diberikan. eh?

“Ige mwoya?”

“Wae fany~ah?”

“Apa mereka serius? Dengan uang segini mana cukup, bora~ah” Tiffany menatap tak percaya teman-temannya.

“Ahh sial”

“Nanti kita fikirkan, kajja kita harus cepat”

Akhirnya tiffany dan kelompoknya mencoba meminta tumpangan pada mobil grrr..mobil ayam? Paman yang membawa mobil itu membolehkan mereka naik dengan uang yang seadanya. Baru pertama kali untuknya menaiki mobil berdesakan dan penuh ayam seperti ini. Tiffany menikmatinya, ini terasa menyenangkan untuknya. Perjalanan ke lokasi pertama hanya membutuhkan waktu 15 menit.

“Itu mereka!!” Ujar hyomin yang melihat kelompok lain didepan mereka.

‘Bukankah itu kelompok Sunny?’ Kelompok sunny yang melihat adanya kelompok lain dibelakang mereka segera berlari.

“Palli!!” Hyomin menarik tangan tiffany memaksanya juga ikut berlari. Kedua kelompok saling mengejar, sunbae yang berjaga tertawa melihat mereka yang berkejaran untuk sampai duluan.

“Hosh hosh hosh. Aiish” Kesal Jiyeon. Kelompok sunny sampai lebih dulu. Mereka diperbolehkan lewat 10 menit setelahnya. Selanjutnya giliran Tiffany dan kelompoknya. Setelah menjawab beberapa pertanyaan dari boa, mereka mendapat arahan untuk lokasi selanjutnya.

“Gomawo sunbae!!” Mereka berjalan kurang lebih 1 km untuk lokasi selanjutnya. ‘Woaa pantai. Aku tak tahu jika ada pantai disini’

“Berbaris!! Selamat untuk kelompok satu yang menyelesaikan misi pertama kali dan untuk kelompok empat yang tak jauh beda selisih dari kelompok satu. Oke, karena ada dua kelompok, kita akan memainkan sebuah permainan dengan judul ‘Siapa Cepat Ia Dapat'(?) Semua berbaris! Dengarkan perintah dan lakukan dengan cepat! Permainan ini membutuhkan kerja sama tim, kami akan melihat kekompakan kalian. Araseo!!?

“Ne!!” Kedua kelompok bermain seolah tak ada yang mau kalah. Sumin Sunbae memberi arahan dan mereka melakukannya dengan cepat. Tapi kelompok Sunny dan taeyeon masih kurang cepat melawan kelompok tiffany. Alhasil wajah mereka penuh dengan adonan tepung.

Prriitt

“Permainan selesai. Pemenangnya kelompok….empaaattt!!”

“Yeeeyy!!”

“Wouhuu” Prok prokk prokk.

“Lihalah wajah mereka lucu sekali hahahaa” Hyori tertawa begitu keras. Tiffany melihat satu persatu wajah kelompok sahabatnya itu, ia tertawa melihat sunny cemberut dengan wajah yang sudah dipenuhi adonan tepung. Tawanya terhenti seketika saat matanya bertemu dengan mata gadis itu.

‘Astaga kenapa tatapannya selalu membuatku gugup’

Beberapa saat setelah itu kelompok lain tampak mulai mendekati mereka. Kelompok 1 dan kelompok 4 diperbolehkan istirahat sebentar. Tiffany duduk dengan teman satu kelompoknya.

“Fany~ah”

“eh?” Sunny mengambil tempat duduk disebelah tiffany.

“Ah Perkenalkan ini temanku, sunny”

“Annyeong, sunny imnida”

“Annyeong sunny~ah” Bora, Hyori, Hyomin dan Jiyeon menyambut sunny dengan hangat.

“Sunny~ah, apakah aku terlalu percaya diri?”

“Wae?”

“Entahlah, tapi aku merasa ia sering memperhatikanku” Ujar tiffany melirik seorang gadis yang sedang berbincang dengan teman-temannya.

“Aku juga tak tahu fany~ah. Aku beberapa kali melihatnya memperhatikan yang lain, seperti seolhyun. Aku fikir itu hal biasa untuknya”

‘Begitukah?’

“Fany~ah?”

“Ne?”

“Jangan bilang kalau kau menyukainya?”

“Aah a.aanio mana mungkin. Bahkan kami tidak pernah berbicara sepatah katapun “

Waktu istirahat sudah habis, mereka kembali melanjutkan permainan. Permainan selanjutnya adalah mengisi penuh air pipa yang telah dilobangi. Kelompok sunny dan tiffany sepertinya sudah ditakdirkan untuk berduel, permainan mereka berlangsung seimbang. Selanjutnya permainan mengambil karet dengan sedotan, dilanjutkan dengan permainan keluar lingkaran dimana kita harus membebaskan diri yang menggunakan kecepatan fisik dan fikiran. Penutupan dilakukan dengan bermain-main, beberapa tampak menarik teman-teman mereka ke air. Tiffany mengejar sunny yang tak mau bergabung dengan yang lainnya yang sudah basah kuyup.

I got you

“Andwaee!! Jebal Fany-ah, jebal”

“Yaa!! Fany~ah jangan lepaskan dia! tarik dia kedalam air” Teriak boa yang sudah berada dalam air.

“Jebal..jebal fany~ah aku takut arusnya fany~ah” Melihat sunny yang memohon seperti itu tiffany akhirnya melepaskannya.

“Yah fany~ah, kenapa kau melepaskannya?” Ujar boa. Tiffany tersenyum dan mengangkat bahunya. Tiffany senang dengan kegiatan yang ia jalani hari ini, walaupun badannya terasa sangat lelah.

Siwon mengumumkan bahwa pelantikan dilakukan 2 minggu lagi. Setelah itu semua bubar, berjalan melewati jalan yang mereka lalui tadi.

**

“Jessie”

“Hm?”

“Hmm ak.. yu.ri, yuri mengatakan ia memikirkan seseorang begitu sering, seorang gadis. Ia mencari celah agar dapat melewati gedung jurusannya, berharap dapat melihatnya walaupun hanya dari jauh. Gadis itu selalu berhasil membuat yuri gugup, bahkan hanya dengan sebuah tatapan. Menurutmu.. itu apa?”

Uhukk uhhuk

“Gwaencanha?” Tiffany menyodorkan segelas air sambil menepuk kecil punggung jessica.

“Kau menyukai seseorang tiff!? Siapa itu? Katakan padaku, palli”

“A.aanio. A.aaku tid.dak. Ke.enapa kau bertanya begitu?” Ujar tiffany tergagap.

“Ayolah tiff. Jangan membohongiku. Aku tahu itu bukan yuri” Jessica menatap tajam tiffany. Tiffany menghembuskan nafas kasar.

“Cukup jawab pertanyaanku, jessie” Ujar tiffany memutar bola matanya.

“Cinta. Jadi katakan siapa orang itu”

“Yaa!!”

“Hahaha mian, tapi aku sungguh-sungguh. Kau belum pernah menceritakan hal-hal seperti ini sebelumnya. Bisa dibilang kau menyukainya atau mulai jatuh cinta padanya”

“Tapi.. Kami belum pernah berbicara sepatah kata pun” lirih Tiffany.

“Hahaha aku benar”

Shut up!!

“Jangan marah. Ini agak membingungkan. Tapi yang jelas kau mulai menyukainya tiff”

“Begitukah?”

“Ne”

“Singkatnya aku sering menangkapnya memperhatikanku. Tapi sampai sekarang ia tak tersenyum ataupun menyapaku”

“Mungkin dia gugup”

“Sunny bilang dia juga sering memperhatikan yang lain” Ujar tiffany cemberut.

“Hahahaa I see. Kau benar-benar menyukainya tiff” Jessica tertawa melihat tingkah sahabatnya. Mereka memang saling kenal baru 1 tahun. Walaupun begitu mereka sudah sangat dekat. Tapi untuk hal percintaan tiffany belum pernah cerita apapun pada jessica.

“Kau-” Gadis itu… tidak, taeyeon. Taeyeon ada disini!! Ia melihat taeyeon masuk dan berjalan mendekati meja mereka.

“Taeng disini!” Teriak seseorang dibelakang mereka. Taeyeon tersenyum sambil melambaikan tangannya. Entah mengapa tiffany jadi gugup dan mempersiapkan dirinya. Tapi ia berfikir semua akan sama saja seperti sebelumnya. ‘Ia hanya akan melewati ku’ Ingin tiffany memulainya, tapi entah mengapa tiffany juga bingung bagaimana cara memulainya.

‘Sepertinya dia tidak mengenalku’ Tapi tidak..

“Hi” Otak tiffany membutuhkan waktu sejenak untuk mencerna satu kata itu. Beberapa detik sebelum tiffany dapat mengembalikan kesadarannya.

“Hi” Tidak, itu bukan hanya sekedar sapaan tapi juga senyuman yang dinantikan tiffany beberapa hari yang lalu. Setelah menyapa tiffany ia berjalan menuju meja teman-temannya yang berada dibelakang meja tiffany.

“Nugu?” Tanya jessica. Tiffany hanya diam, perlahan-lahan senyuman tiffany mengembang.

Oh gosh jessie, kyaaa!!”

“Wae? Ada ap-… Chamkaman, jangan bilang?”

“Ne”

**

Tiffany POV

Sunny dan jessie benar-benar menyebalkan. Mereka meninggalkanku dan pergi duluan ke kantin. Bukan apa-apa, aku hanya kurang nyaman jika berjalan sendiri. Seharusnya mereka menungguku, bukankah sudah ku katakan aku cuma sebantar, tck. Ah, itu mereka.

“Yaa!! Teganya kalian meninggalkanku!”

“Anak ini merengek karena lapar, itu menggangguku” Ujar jessie datar, dasar ice princess.

“Mian, tapi aku benar-benar lapar”

“Apa kalian sudah pesan makanan?”

“Ne, kami juga sudah memesankan punyamu”

“Aish kenapa lama sekali? huaa” Astaga, anak ini membuat beberapa orang menaruh perharian kearah kami. Bisakah dia sabar sedikit dan tak merengek seperti itu.

“Ige mwoya?”Aku mengeluarkan bekal yang kubawa dan menyodorkannya didepan sunny.

klik

“Woaa sandwich” Girangnya. Tck, kekanakan.

“Makanlah dan berhenti merengek”

“Gomawo chagiya”

“Apa kau yang membuatnya tiff?” Tanya jessie dan mengambilnya satu.

“Ne”

“ehmm Anyeong” eh?

“Taengo?”

“Ah sunny~ah. Hmm aku belum mendapatkan tempat duduk, apa aku boleh duduk disini?” Geezz..Halloo apa dia tidak melihat aku dan jessie juga ada disini.

“Tentu”

“Apa kalian keberatan?” Ok, Setidaknya itu cukup daripada tidak sama sekali.

“Tidak, silahkan”

Tiffany POV end

“Tidak, silahkan” Ujar jessica, sedangkan tiffany hanya membalasnya dengan senyuman. Taeyeon mengambil tempat didepan tiffany lebih tepatnya disebalah sunny. Entah kenapa keberadaan taeyeon membuat tiffany gugup. Jantung gadis bereyesmile indah itu kini mulai tak teratur. Rasanya seperti ada membuncah disana, bukan hanya gugup tapi rasa senang juga memenuhi rongga dadanya. Bisa sedekat ini dengan taeyeon.

‘Ayolah jangan mulai lagi, terlalu berisik’ gumamnya

“Mwoo?” Tanya jessica

“A.anio”

“Ah taeng kenalkan ini jessica” Ujar Sunny

“Jessica”

“Taeyeon” Jessica yang mengulurkan lebih dulu dan dengan cepat disambut oleh taeyeon.

“Apa kau sudah memesan taeng?” Tanya sunny. Sedangkan tiffany hanya diam memperhatikan interaksi yang ada didepannya. Mulut yang tadi akan memaki kedua sahabatnya itu jadi bungkam.

“Aku sudah memesannya. Disini ramai, sepertinya akan lama”

screenshot_2017-05-07-13-14-28.jpg

‘Damn!!! apa yang kau lakukan!?’

“A.apa kau mau? Setidaknya ini bisa menganjal rasa laparmu”

“Hm..i. itu tak apa”

“Hei, ambilah. Benar yang dikatakan tiffany ini bisa menganjal, setidaknya sampai pesananmu datang. Satu lagi, ini buatan tiffany kau harus mengomentarinya” Ujar jessica. Ia menendang kecil kaki tiffany yang berada dibawah meja.

“Eum gomawo” Taeyeon mengambilnya satu dan mulai menggigitnya. Tiffany menatap taeyeon yang sedang mengunyah sandwich itu, cara makannnya sangat elegan. Tiffany tak pernah peduli apa yang akan dikatakan orang padanya, tapi sekarang ia begitu menantikan pendapat taeyeon pada makannanya.

“Ini enak, sekali lagi terimakasih Fany~ah”

Degg ‘fany~ah?’

“Bukan hal yang besar, kau bisa mengambilnya lagi jika mau” Entah apa yang lain mengetahuinya, rona merah mulai muncul di pipi putih milik tiffany.

Pesanan mereka datang, sunny tampak tak sabar menyantap makanannya. Mereka menghabiskannya dengan canda tawa. Tiffany sudah tak canggung lagi dengan keberadaan taeyeon. Taeyeon juga sudah mulai berani menggoda tiffany, membuat pipi yang putih mulus itu kini tampak kemerahan. Hari ini sungguh hari yang menyenangkan untuk tiffany.

**

Tiffany POV

3 hari yang lalu acara pelantikan. Untuk kedepan, Siwon sunbae selaku ketua mengadakan acara besar. Salah satunya seminar internasional. Kami pengurus muda diminta untuk menjaga stan penjualan tiket. Job pertama, fighting!!

“Kita dapat memilihnya bukan?”

“Kata Boa sunbae bisa. Kau mau hari apa fany~ah?”

“Rabu”

“Kalau begitu aku juga mangambil hari rabu”

“Fany~ah, aku lapar kajja kekantin”

“Kajja”

Tiffany POV end

**

‘ini sudah dua minggu’

“Tiff?”

“Arrgh Jessiee..”

“Wae? ada apa denganmu? apa kau massih waras?”

“Yaah!! Kau tahu? waktu aku jaga stan tiket seminar aku, sunny dan dia jaga pada hari yang sama”

“Dia? Dia siapa?”

“Kim Taeyeon, siapa lagi” Jawab tiffany.

“Lalu apa masalahnya? Bukankah itu bagus? Kalian jadi memiliki waktu untuk lebih dekat. Jadi katakan, apa saja yang kau lakukan dengannya”

“Itu dia masalahnya. Dia tidak datang. Awalnya aku senang melihat namanya ada dibawah namaku, aku sudah berfikir jauh tapi dia malah tak datang” Ujar tiffany cemberut. Kejadian beberapa waktu yang lalu membuatnya kesal dan kecewa. Pasalnya hal yang ditunggunya malah tak sesuai dengan apa yang terjadi.

“Jinjja? Hmm kau tenang saja, jika kalian ditakdirkan bersama, maka bagaimanapun caranya nanti kalian akan bersama. Hanya menunggu waktu yang pas”

‘Begitukah?’

**

Tiffany baru pulang dari rumah jessie. Ia begitu lelah untuk hari ini. Setelah mengikuti beberapa mata kuliah tiffany harus menyelesaiakan tugas dari Mr.Park. Tak tanggung-tanggung, tugas yang diberi menyita waktu tiffany beberapa hari ini. Tak jarang ia harus tidur larut untuk menyelesaikan tugasnya. Ia segera berendam beberapa saat untuk membugarkan tubuhnya lagi.

Tiffany POV

Aah segarnya..

Astaga aku lupa manghidupkan ponselku.

Tililit *Bunyi ponsel nyala nih wkwkw

1 massage

09.43

Annyeong Fany~ah

Apa aku mengganggu waktumu?

~Taeyeon

“TAEYEON!!?”

“OMO OMO OMO!?”

“JINJA!? APA TAEYEON YANG ITU?!”

“OMO OTTOKHAE!? Aissh.. pesannya sudah dari tadi. Bagaimana aku membalasnya?”

17.26

Annyeong

Mian, aku baru menghidupkan ponselku

17.26

Apa aku mengganggu?

17.27

Tidak juga, ada apa?

17.27

Tidak. Hanya saja ingin menghubungi mu. Sudah lama aku tak melihatmu.

“Menghubungiku!? Melihatku!? Kyyaaa!!”

17.28

Begitukah? Kenapa kau tidak ikut jaga stan seminar waktu itu?

17.29

Yaa begitulah. Hmm maafkan aku untuk itu. Sebenarnya aku sedang mengikuti tes kepolisian

“kepolisian?”

17.31

Jinjja? Woaa daebakk

17.32

Ne, aku harap dapat lolos tahun ini

17.35

Me too

17.36

Gomawo 🙂

17.36

😀

17.37

😀

Tiffany POV end

5 menit

10 menit

20 menit

35 menit

“Mwoya? Hanya itu? Aish jinjja” Tifffany melempar ponselnya kekasur sebelum berbaring perlahan memejamkan matanya. Ia merasa kesal karena pesan singkat yang dikirim taeyeon.

22.45

G’nite 🙂

**

“Fany~ah, apa kau ikut?”

“Oddie?”

“Apa kau belum tahu? Taeyeon lolos tes kepolisian. Ia akan pelatihan. Minggu depan beberapa sunbae akan mengantarnya ke bandara” Ujar sunny sambil meyurup minumannya

“Jinja?” lirih tiffany

‘Kenapa aku-?’

“Fany~ah?”

“Ne?”

“Jadi bagaimana? Apa kau ikut?”

“A.aaku.. kita lihat nanti”

**

“Hi”

“!!”

“Taeyeon?”

“Apa aku boleh duduk”

“A.aah ne, silahkan. Apa yang kau lakukan disini?”

“Hmm tak ada. Hanya lewat dan melihatmu disini”

“Hmm” Tiffany melihat buku yang ada ditangan taeyeon. Tiffany melihat taeyeon sering membawa buku itu kemana-mana, seperti…diary?

“Apa kau selalu membawanya?” Tunjuk tiffany pada buku taeyeon

“O’ ini? Ne, aku memang selalu membawanya. Aku menulis jika aku ingin”

“Apa yang kau tulis?”

“Hanya..beberapa hal istimewa yang kualami”

“…”

“Aku dengar..kau lolos?”

“Aah itu, ne”

“Chukkae”

“Gomawo”

“…”

“2 hari lagi aku akan berangkat. USA” Tiffany menoleh kearah taeyeon yang juga menatapnya.

“Kapan..Kapan pelatihan itu selesai?”

“Belum dipastikan”

“Begitu” Lirih tiffany

“Aku senang bertemu denganmu. Aku harap kita dapat bertemu lagi” Tiffany yang mendengar ucapan taeyeon menggenggam erat ponsel yang ada ditangannya. Entah mengapa ini menyakitkan untuknya. Memang hubungan mereka tak mengalami peningkatan yang pesat, tapi..tiffany benar-benar sudah jatuh akan sosok taeyeon

“N.nado”

**

18 Februari 2017

Hari ini aku melihat seorang gadis yang menarik perhatianku. Gadis itu sangat cantik. Ia terlihat mengobrol dengan gadis lain disampingnya. Entah apa yang mereka bicarakan, sesekali mereka tertawa kecil. Tak sengaja mata kami bertemu, itu membuatku gugup. Aku tak tahu apa yang akan aku lakukan, dengan cepat aku menghentikan eyes contact kami. Entah apa yang mendorongku untuk terus melihat kearahnya. Hanya melihatnya saja membuatku berdebar..oh gosh.

19 Februari 2017

Aku melihatnya dengan gadis kemarin. Hari ini masih sama, terlalu gugup didekatnya. Aku hanya bisa menatapnya dari jauh, kapan aku bisa berani mengajaknya bicara? atau hanya sebuah teguran kecil. Hari ini pembagian kelompok, ternyata aku satu kelompok dengan temannya yang kutau namanya sunny. Hufft padahal aku berharap bisa sekelompok dengannya. Saat diluar gedung aku melihatnya berjalan dengan sunny. Aku mencoba untuk menyapanya. Entah apa yang terjadi pada lidahku. Aku hanya menyapa sunny dan setelah itu pergi begitu saja. Kim Taeyeon babo babo babo

26 Februari 2017

Hari ini acara outbound. Sungguh tidak sabar bertemu dengannya lagi. Dari banyak permainan, kami selalu jadi rival. Ia tampak sangat senang saat permainan berlangsung. Saat ia tertawa lepas tak sengaja mata kami bertemu dan ia menghentikan tawanya. Apa ia juga merasakannya? Aku sungguh gugup. Aku melihatnya bermain air di pinggir pantai, mata bulan sabit itu seolah menghipnotisku. Saat diperbolehkan pulang, kami melewati jalan yang tadi kami lalui. Aku berjalan dibelakangnya, memastikan tak ada seorangpun yang akan mengganggunya. Ia ramah tak hanya sesama rekan ataupun para sunbae saja tapi juga pada anak-anak bahkan yang baru ia temui saat berjalan. Ia selalu sukses menggelitik rongga dadaku. Aku tahu ini terdengar menggelikan tapi mungkin dia yang disebut ‘malaikat tanpa sayap’.

02 Maret 2017

Sungguh hari keberuntunganku. Dicafe tempat perjanjianku dengan sooyoung, aku melihatnya. Aku janji akan mentraktirnya setelah ini. Ia duduk dengan seorang gadis, tidak kali ini bukan sunny. Saat melihatnya aku berfikir aku harus berani menyapanya. Sekarang atau tidak selamanya. Hi’ Kata pertama yang kuucapkan padanya. Jantungku berisik sekali, tapi aku mencoba tersenyum senormal mungkin padanya. Aku harap ini awal mula yang baik

05 maret 2017

Sebelumnya aku akan merasa kesal saat kantin penuh. Tidak sekarang, aku sungguh bersyukur sekarang kantin penuh. Tebak kenapa? Yup karena itu aku dapat duduk satu meja dengannya. Awalnya terasa canggung lama-kelamaan sudah terbiasa. Bahkan aku sudah bisa menggodanya. Menyenangkan bisa mendengar suaranya, melihat senyumannya bahkan mendengar tawanya dari dekat seperti ini.

10 maret 2017

Hari ini pelantikan pengurus baru. Seperti biasa ia terlihat sangat ceria. Saat sesi foto bersama aku mengambil tempat dibelakangnya agar nanti mudah saat menyarinya. Aah apa yang harus kau lakukan? Apa terlalu cepat jika ku katakan ‘aku menyukainya’?

13 Maret 2017

Dia mengambil jadwal jaga hari rabu? Arraseo.. aku juga akan mengambil hari yang sama kekkeke

28 April 2017

Sudah 2 minggu aku tak melihatnya. Bukan apa-apa, tapi aku sedang mengikuti pelatihan untuk bergabung dengan kepolisian korea selatan. Yap, ini memang impianku dari dulu. Tahun lalu bukan keberuntunganku, Aku berharap dapat lolos kali ini. Tapi….bagaimana dengan tiffany

30 April 2017

Butuh perjuangan untukku mendapatkan nomornya. Mungkin terlihat sepele, tapi ini sulit untukku. Baiklah sekarang tinggal menghubunginya. Kim Taeyeon fighting!!

5 Juni 2017

Akademi Kepolisian Korea Selatan sudah memberi konfirmasi bahwa aku menyelesaikan latihan dan bergabung dengan departemen polisi di Seoul. Akan ada latihan tambahan dan itu di USA. Aku belum menyatakan perasaanku padanya, apa dia bisa menunggu sebentar lagi? Aaah Ottokhae

15 Juni 2017

Besok keberangkatan ke USA, aku harap kau datang. Aku tidak tahu sampai kapan pelatihan ini akan berlangsung. Ku mohon datanglah, agar aku dapat merekam semua yang ada pada dirimu, agar aku dapat mengingat wajahmu untuk beberapa tahun kedepan-

Gadis itu tersentak merasakan sepasang tangan melingkar diperutnya. Ia tersenyum mengetahui siapa pemilik harum Davidoff Cool Water yang beraroma segar khas laut itu. Tiffany meletakan tangannya diatas tangan yang melingkar diperutnya. Tak dipungkiri ia sangat merindukan pelukan ini.

“Apa yang kau lakukan disini?”

“Menunggumu”

“Kenapa menunggu diluar? Disini dingin kau bisa sakit”

“Sekarang hangat” Jawaban tiffany membuat gadis yang sedang memeluknya itu terkekeh.

“Kau masih membacanya?” Tanya gadis itu melihat buku yang ada ditangan tiffany.

“ouh buku ini? Ya, apa kau keberatan?” Tiffany menolehkan wajahnya kesamping. Melihat wajah gadis yang menyandarkan dagunya pada bahu tiffany yang terekspos. Gadis itu juga membalas tatapan tiffany. Tiffany dengan jelas melihat raut kelelahan pada wajah gadis itu.

“Tidak, tentu saja tidak. Hanya saja, apa kau tak bosan membacanya berulang-ulang?” Gadis itu tersenyum sambil mengeratkan pelukannya pada tiffany.

“Bagaimana aku bisa bosan? Dulu aku sempat berfikir kau tak mengenalku sama sekali. Aku juga sempat berfikir kau menyukai sunny”

“Bagaimana kau bisa berfikir seperti itu” Ujarnya terkekeh

“Tentu saja, tae. Kau tak pernah menyapaku, tersenyum saja pelit, memberiku pesan cuma sekali dan lebih parah kau sering bersama sunny. Aku sempat berfikir apa aku tak semenarik itu?”

“Hahaha justru karna kau sangat menarik fany-ah. Ahh Aku sampai gugup setiap aku didekatmu. Saat akan menyapamu lidahku terasa kelu. Bahkan saat aku bertanya mengenaimu pada sunny aku harus hati-hati agar tak terlalu jelas” Taeyeon mengecup kecil leher sampai bahu tiffany, ia sangat suka harum tubuh gadis yang sudah 5 bulan menjadi istrinya itu.

“Wae?”

“Aku malu sayang” cup sekarang kecupan itu ia daratkan pada pipi mulus tiffany.

“Aww..Wae?” Tiffany mencubit kecil pinggang taeyeon.

“Aku kesal padamu yang dulu. Aku merasa kau hanya memberiku harapan yang semu. Kau mengacaukan semuanya. Aku bersyukur buku ini tertinggal, kalau tidak aku tak akan mengejarmu kebandara. Tapi bagaimanapun aku tak menemukanmu disana. Bahkan aku mencoba melupakanmu, tapi pada akhirnya kita dipertemukan lagi”

“Hahah aku juga bersyukur karena aku tak perlu repot-repot lagi menjelaskannya. Aww..kenapa kau kasar sekali sayang? Aku baru pulang kerja, aku lelah seharusnya kau memberiku banyak ciuman” Taeyeon meringgis karena cubitan tiffany sebelum tersenyum dork karena ucapan terakhirnya.

“Itu maumu”

“…..”

“Tak terasa sudah 5 tahun”

“Hmm, aku tak menyangka begini akhirnya”

“Hahaa Tapi aku serius sayang, aku sangat bersyukur. Aku tak menyangkal sebuah takdir, aku juga tak begitu mempercayainya. Aku tidak tahu bagaimana cara tuhan menentukan takdir seseorang, bagaimana jalannya takdir. Sekarang aku benar-benar mempercayainya Aku akan terus dan terus bersyukur pada tuhan karena memberikanmu padaku” Tiffany tersenyum manis sambil menatap lekat mata teduh milik taeyeon, ia tak menemukan kebohongan disana.

“Aku mencintaimu tae, sangat”

“Aku juga mencintaimu, aku fikir cintaku lebih besar dari cintamu padaku sayang” Ujar taeyeon taerkekeh.

Cup Tiffany memberikan kecupan singkat pada bibir manis milik suaminya itu.

“Hanya itu?”

“Lebih baik dari pada tidak sama sekali”

“Kenapa kau pelit sekali~”

“Karena kau harus mandi dan aku menyiapkan makan malam kita. Kajja kita masuk” Tiffany melepas pelukan taeyeon padanya.

“Ayolah fany~ah”

“Ani, kau harus mandi. Kajja”

“Kalau bagitu mandikan~” rengek taeyeon sambil memasang pupuy eyesnya.

“Yaa k-!!”

“Arra arra, kajja masuk” Taeyeon menggenggam tangan tiffany. Ia berjalan didepan tiffany membawanya beranjak dari taman yang indah itu.

“Apa salahnya dengan sebuah ciuman, pelit sekali. huh” Gerutunya. Sedangkan tiffany yang masih dapat mendengarnya terkekeh. Sikap tak dapat ditentukan dari umur, taeyeon sangat lucu untuknya. Tiffany merasa ia orang yang sangat beruntung karena ia dapat memiliki taeyeon. Tidak hanya taeyeon yang akan selalu bersyukur pada tuhan, tiffany pun akan melakukannya. Ini masih terasa mimpi untuknya, tapi ia senang mengetahui semua ini nyata. Taeyeon…nyata untuknya.

.

.

.

END

Haii kurokosonev disini🙋🙌

Pertama aku mau ucapin maaaciiiihh~ buat author favorit kita jeng jeng jeng…k ak eternity😘😍 yang udah izinin aku post di wpnya.. uhuyy ahaidek

Dikarenakan diWp punyaku ga keluar ffnya di tag, sempt kepikiran udahan aja deh nulisnya. Yaa.. gimana ya, yang liat dikit, like sama komennya juga dikit😑. Ehh.. ditawarin post di wp ini sama kak eternity, Semangatnya balik 17354391824762308% 😂

Gimana ceritanya? Tulisan aku emang masih jelek sih, masih harus banyak belajar. Jadi.. mohon bantuannya yaaa~~🙇🙏 dan aku bakalan ttp post di wp aku.

Ok segini dulu

Yukk follow ig Locksmith_v

Pappay💙💙💙

56 thoughts on “Meet You..Again

  1. kecepetan thor kalo menurut gue. udah gitu kan ga dijelasin secara detail gimana itu bisa bukunya tertinggal kalo gue ga salah sih dicerita ini ga dijelasin. terus mereka ketemu lagi gimana. tiba tiba langsung ketemu dan udah nikah? kekekkeke. mungkin harus ada sequel 1 atau 2 chapter lagi lah ahahhahah.

    Liked by 1 person

  2. Oy, ini kyakna author vee ya? Soalnya profpic kyk gtu tae pke earphone gede, apa beda 😀 hehe,,
    Aku bacanya rada raba itu yg bagian awal dkit thor, maff rada kepikir yang tgl 21 april itu kan tae berharap lolos akademi, trz bawahnya kok ada tgl 5 maret udah gabung akademi berarti dah lolos tes kan thor?
    Td mlm bc trz ketdrn,, maaf bru ninggalin jejak 🙂 Bagus thor,, aku suka apalagi pas malu2 kucing lucu, semangat thor nulisnya 😀 met aktifitas, ,

    Liked by 1 person

      • Hehe,, bner ternyata author vee,, ya wkt itu aku smpt mo bca laenya tapi lupa nama wp nya, aku nemu jg gara2 ada tulisan top wp,, aku klik asal di wp eternity happines pas authornya blum update lagi. Soalnya wp klian gada di tag. Jd klo mo baca kudu ngetik alamatnya, klo ganti nama gini tambah gatau thor hehe,, ternyata ganti nama n nongol disini 😀 Semangat deh thor,, slm buat yang punya wp,, hehe,, mksh semua

        Like

      • Hahaha iya, wp disana ffnya ga keluar ditag, ditawarin ama ka eternity disini ahhayy wkwkw,, seneng, jadinya banyak yang liat di wp ni,,, tapi aku bakalan ttp post juga disana..
        Gomawo luv luv

        Like

  3. taeny emang deh, saling suka tapi malu” gitu. untung itu diary tae ketinggalan. btw thor, wp mu apa ya? mungkin pernah buka juga, tp lupa

    Like

  4. Wewww keren
    Gw pikir taeny ga bakal bisa nyatu karna gw juga sama kaya fany yg nganggep taeng suka ga sih ama fany… Ehh endingnya bikin seneng aja 😂😂😂

    Like

  5. “Gimana ceritanya?”
    -ahh susah buat di komentari😆😆

    Sweet banget pujaan hati gue ngelakonin main cast di ff ini haduh itu eyes contac gak pernah lepas lah, cengengesan sendiri gue ngebaca isi deary taatae😆😆

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s