EX Part 5

note:

untuk kalian yg blm baca cerita di chapter sebelumnya, silakan klik link dibawah ini.

EX list chapter

.

.

.

selamat membaca dan jangan lupa kasih tau aku pendapat kalian tentang cerita ini

.

.

.

Screenshot_2017-06-09-13-57-02-551

Ex part 5 – Ending

Seminggu kemudian

“Jadi bagaimana kondisinya saat ini dok?” tanya Tiffany

“Tidak ada perkembangan yang terlalu signifikan, kondisinya masih sama saja seperti pertama kali ia dipindahkan ke tempat ini. Peluru yang menembus perut bagian kiri cukup dalam hampir saja melukai lambung miliknya.. dan ia kehilangan darah yang cukup banyak”

“Oh god..”

“Apa kau kekasihnya? Hmm Sebaiknya kau jaga kondisi tubuhmu jangan terlalu memikirkannya aku yakin cepat atau lambat ia akan sadar, namun kesehatanmu lebih penting..”

“A-ahh terimakasih dok..”

“Saya permisi.. jika ada apapun tolong segera hubungi kami..”

Tiffany kembali menarik bangku miliknya untuk mendampingi Yoong dalam tidurnya. Ia terus mengusap pipi pucat pasi milik Yoong, tubuhnya benar-benar terkulai lemah. Air mata mulai mengalir

Flashback

Yoong sedang duduk bersantai sambil menyenderkan tubuhnya ke batang pohon dibelakangnya, keduanya sedang asik bersantai dibawah pohon yang cukup rindang sambil menikmati semilir angin. Tiffany sedang membaca sebuah novel sambil melonjorkan tubuhnya sambil menopang kepala miliknya kepada paha milik sang kekasih.

“Tiff..”

“Hmm”

“Aaaaaa” Yoong menyodorkan sepotong anggur kepada Tiffany

“Jangan lakukan ini Yoong.. kau tidak lihat terlalu banyak orang lain disini huh!”

“Apa kau tidak lihat juga jika mereka sedang sibuk dengan kekasihnya masing-masing?” ujar Yoong membuat Tiffany menoleh kearah sekitar

“Hmm hahahaha kau benar juga.. aku tidak menyangka kau bisa meluangkan waktumu untuk  mengabulkan keinginanku untuk camping disini hehehe”

“Demi dirimu aku lebih baik kehilangan uang jajan dan dimarahi oleh Appa.. hahaha”

“Anak nakal!” goda Tiffany mencubit hidung milik Yoong membuat pria tersebut mengerutkan halisnya, Tiffany melepaskan tangannya dari hidung Yoong, membuat pria tersebut sedikit menundukan kepelanya dan langsung mengecup bibir manis milik Tiffany

“Aku mencintaimu Hwang..” bisik Yoong dengan seduktif, tiba-tiba bunyi ponsel Yoong terdengar terlihat disana nama IM JIN-AH, Yoong langsung mematikan ponsel miliknya membuat Tiffany mengerutkan halisnya

“Kau menyebalkan Kwon Yoonan!!!!”

“Hahahaha wajahmu memerah nona Hwang.. apa kau menikmatinya?” tanya Yoong sambil tersenyum jail membuat Tiffany beranjak dari tempat nya dan memukul pundak Yoong menggunakan buku yang sedang ia pegang

“Ouchh~ yaa! kau galak sekali”

“…” tidak ada jawaban dari Tiffany, ia memilih untuk beranjak dan masuk kedalam tenda miliknya

“Apa dia benar-benar marah?” tanya Yoong kepada dirinya sendiri sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali, dengan sedikit keberanian Yoong menghampiri Tiffany yang sedang melanjutkan bacaan novelnya didalam tenda

“Maafkan aku..” lirih Yoong sambil mengambil posisi duduk dihadapan sang kekasih

“…”

“Apa kau benar-benar marah kepadaku? Hanya karena itu? oh gosh Tiff.. come on” ucap Yoong

“Hanya karena itu?”  tanya Tiffany sambil menatap tajam Yoong dihadapannya

“Kau marah hanya karena aku menciummu? Hmm baiklah maafkan aku ini salahku..” tanya Yoong

“…” “ bodoh” lirih Tiffany dalam hati

“Tiff.. maafkan aku..”

“…” Tiffany terus saja diam

“Hei… lihat aku.. ” panggil Yoong sambil menempelkan tangannya ke dagu manis milik Tiffany dan mengangkat sedikit wajah Tiffany yang sedang menunduk

“…” Tidak ada respon Tiffany hanya mengikuti arahan Yoong dan keduanya kini saling menatap

“Maafkan aku.. Nana memang sering menelfoneku untuk menanyakan tentang tugas. Tidak lebih dari itu, dan kenapa aku mematika ponselku karena aku menghargai kekasih yang berada dihadapanku. Apa pantas aku menjawab telfone dari wanita lain dihadapan kekasihku? Hmm.. maaf membuat keadaan ini menjadi salah paham.. namun aku harap kau percaya dan mengerti apa maksudku..” jelas Yoong

“…” Tiffany masih tidak menjawab ia masih menatap Yoong. Yoong mendekatkan dirinya kembali dan mulai mengecup bibir manis milik Tiffany, awalnya memang tidak ada respon namun seiring berjalannya waktu ciuman mereka kini menjadi semakin dalam dan panas, Tiffany mencengkram T-shirt milik Yoong untuk menahan hasratnya, decakan suara nafas keduanya yang mengebu semakin tidak terkontrol. Beberapa kali Tiffany mencoba melepaskan tautan tersebut namun Yoong samakin kuat membawanya kedalam kenikmatan.

“Emhh~” erang Tiffany membuat Yoong tersenyum dan mengecup singkat bibir manis milik Tiffany dan meneruskannya mengecup kening milik Tiffany sebagai penutup dipeluklah wanita dihadapannya

“Maafkan aku.. aku tidak akan mengulanginya lagi..”

“Jangan lalukan lagi, demi tuhan aku akan membunuhmu jika itu kembali terulang..”

“Ahahaha apa kau ingin aku mati? Asal kau tau.. aku rela mati asalkan ditanganmu Hwang!”

“Really?”

“Hmm.. bibirmu sangat manis baby…”

“YAAA! Kau mesum!!!”

“Whats? Mesum? Bahkan kau menikmatinya sedari tadi Nona Hwang~”

“Jangan memulainya!!!!!!!” kesal Tiffany mendorong tubuh Yoong yang sedang memeluknya membuat Yoong tertawa geli.

“Maafkan aku.. aku berjanji tidak akan melalukan hal yang membuat dirimu salah paham”

“Ya bagus. Kau tau pikiranku tadi sudah melayang jauh kemana-mana tentang dirimu! Huh! Bodoh!”

“Hmm ya ya ya maafkan aku..”

Flashback end

 

 

“Aku merindukanmu Yoong.. sungguh” isak tangis Tiffany tidak bisa dibendung lagi mengingat sepengal kenangan manis bersama sosok pria yang sedang terbaring lemah didalam tidurnya

“Berapa banyak lagi air mata yang akan kau tumpahkan demi adikku? Gadis cengeng huh!” ujar sosok pria yang baru saja sampai

“Oh kau..” ucap Tiffany sambil menghapus air matanya, pria tersebut menghampiri Tiffany dan membantu mengusap air matanya dengan tisu yang ia miliki

“Jangan mengeluarkan air matamu terlalu banyak, kau tau dia akan sedih jika melihatmu seperti ini.. apa kau sudah makan siang?” tanya Yuri

“Belum.. kapan kau sampai? Kenapa tidak mengabariku?” tanya Tiffany

“Dimana kau meletakan ponselmu?” tanya Yuri

“Hmm hahaha maafkan aku..”

“Jjja kita makan siang bersama.. aku tau kau lapar.. aku tidak terlalu banyak tahu tentang Amerika”

“Apa kau tidak bersama Jessica?” tanya Tiffany

“Tidak. Ia akan datang malam ini atau besok. Maka dari itu aku pergi terlebih dahulu..”

“Aaaah.. bagaimana jika kita memesan delivery saja? Aku tidak bisa meninggalkan Yoong..”

“Itu terdengar baik.. oh ya Tiff kau dan aku.. hmm kita harus ke SM, manager Park sedang membuat project, dan meminta kau dan aku datang kesana. Aku dengar kau pandai bernyanyi?”

“Hmm tidak begitu baik. Why? Mendadak sekali. Bahkan yang aku tau untuk menjadi trainee disana membutuhkan waktu 7 tahun lamanya?”

“Kan aku bilang sebuah project belum tentu kau akan menjadi penyanyi! Bodoh!”

“Yaa!!! apa yang kau katakan?!”

“Hahahaha maafkan aku Tiffy..”

“Makanan apa yang kau inginkan?” tanya Tiffany

“Apa saja yang membuat hidupku kembali menjadi lebih baik..”

“Cinta..”

“HAHAHAHAHA” tawa Yuri pecah disusul oleh Tiffany

“Aku tidak menyangka bahwa gadis yang kau cintai bisa selucu ini Yoong, apa kau tidak iri kepada kami? Huh?!” ujar Yuri sambil menatap adiknya

“Aku akan memesankan makanan menggunakan ponselku terlebih dahulu…” ucap Tiffany sambil meninggalkan Yuri di samping Yoong

“Apa yang akan kita lakukan ketika ulangtaun Yoong besok?” tanya Tiffany sambil menghampiri Yuri kembali

“Banyak hal.. ah aku mengerti sekarang mengapa Jessica rela meninggalkan kegiatannya. Dia datang untuk merayakan ulangtaun kekasihnya” ucap Yuri dengan suara lemah

“Hmm, ya kau benar di sini baru besok perayaan ulangtaun Yoong, namun jika di Korea ini adalah hari ulangtaunnya Yoong” Tiffany terus menatap layar ponselnya

“Benarkah? Pantas saja dia merengek kepadaku untuk pergi bersama..”

“Sudahlah Oppa.. kau sebaiknya sedikit bersabar..”

“Apa? Oppa? Sejak kapan?” tanya Yuri heran

“Eh? Hahaha mungkin aku hanya terbiasa memanggil Taeyeon seperti itu..”

“Apa kau mulai merindukannya?” goda Yuri

“Tidak sama sekali..”

“Emmmm” goda Yuri sambil menaik turunkan halis miliknya

“Yaaa! Berhentilah menyebalkan Yul..”

“Hahaa kau sangat lucu Fany-ah”

“Oh.. pengantar makanan sudah disini.. aku harus  ke lobi karena ia tidak di perbolehkan masuk kedalam sini”

“Tunggu.. biar aku saja. Kemarikan handphonemu”

“Biar aku saja”

“Kau jagalah Yoong, biar aku yang mengambilkannya. Tidak akan lama.. aku berjanji”

“Baiklah…”

.

.

.

Disisi lain..

“ Oppa… kapan kita menyelesaikan jadwalku? Huh! Aku benci ketika melakukan banyak hal padahal moodku sedang tidak baik..” ucap Jessica

“Hmm bersabarlah, beberapa jam lagi jadwalmu selesai..”

“Apa kau sudah memesankan tiket untukku? Aku ingin malam ini juga terbang ke New York, hari ini adalah perayaan ulangtaun anak bodoh itu.. namun disana esok hari hehe”

“Sudah, tenanglah. Lakukan perkerjaanmu dengan baik. Acara radio star akan segera dimulai.. bersiaplah”

“Hmm baiklah..”

Jessica pun mencoba sedikit bersabar dengan apa yang akan ia lakukan untuk hari ini, cukup satu minggu ini membuat dirinya sangat frustasi karena ingin mendampingi Yoong terlebih lagi kejadian kemarin membuatnya semakin frustasi terlalu banyak beban yang ia simpan sendiri saat ini. Jessica memasuki ruangan radio star dan bertemu beberapa mc dan ada Kyuhyun yang menjadi salah satu MC dan temannya dalam satu agency.

“Apa kau baik-baik saja?” tanya Kyuhyun ketika Jessica baru saja memasuki ruangan dan membungkukan tubuhnya ke beberapa Mc yang ada

“Kami turut berduka atas kejadian yang menimpa dirimu dan Yoonan.. bagaimana kondisinya saat ini?” tanya Jong-Shin

“Dia baik-baik saja.. aku rasa aku harus berterimakasih kepada mereka yang selalu mendukungku dan juga Yoonan.. aku meminta banyak doa kepada semuanya untuk kondisi kesehatan Yoonan agar bisa cepat pulih..”

“Aku rasa ini sangat berat untukmu.. kau sangat dekat dengannya bukan?” tanya Gook-Jin

“Bahkan mereka terlibat scandal bersama.. aku rasa mereka memang benar berkencan..” celetuk Kim Gura membuat Kyuhyun tersenyum

“Hahaha apa saat seperti ini kau akan membuat gosip baru? Sungguh tidak baik” Ujar Gook-Jin

“Maaf.. namun aku hanya penasaran dengan hubungan keduanya..” Lanjut Kim Gura

“Mereka hanya teman yang begitu sangat dekat..” bela Kyuhyun

“Aaah aku baru menyadarinya kalian satu agency hahaha apakah ini perlindungan satu sama lain?” ujar Gook-Jin

“Hmm kami memang hanya teman dekat.. banyak yang mendukung kami bersama dan banyak juga yang ingin kami tidak saling memiliki. Yoong selalu berbicara banyak kepadaku ketika kami melakukan makan malam bersama salah satunya adalah tentang kekhawatirannya terhadap para pengemarnya yang ia takut meninggalkannya secara perlahan dan ia selalu meminta maaf karena banyak kalimat dari para haters yang membuat diriku kehilangan banyak berat badan haha padahal didalam lubuk hatiku paling dalam akupun meminta maaf karena diriku pula ia mendapatkan haters..”

“Oh hubungan yang lebih manis dibandingkan seorang kekasih..” sambung Jong-Shin

“Apa benar kalian bukan sepasang kekasih?” tanya Kim Gura sekali lagi membuat semuanya menoleh kearahnya

“Apa hal yang paling kau rindukan ketika kau memiliki seorang Kwon Yoonan”tanya Gook-Jin

“Semua tentang nya..” jawab Jessica

“Happy brithday to Yoonan.. happy birthday Yoonan” suara pawa staff dan crew ketika Kyuhyun membawakan sepotong cake dan diberikan lilin, ia membawanya kehadapan Jessica membuat gadis tersebut menitihkan air matanya

“Aku sangat tidak pantas meniup lilin ini.. mari kita lakukan bersama..” ujar Jessica, semua pembawa acara meniup lilin itu secara bersamaan

“Omoo.. kau menangis terlalu banyak Jessica-shi akan membuat semuanya memikirkan hubungan kalian yang serius hahahaha” canda Kim Gura lagi

“Apa yang ingin kau sampaikan?” tanya Kyuhyun

“Aku harap kau lekas sembuh, dan bertemu dengan para penggemarmu segera.. mereka sangat mengkhawatirkanmu Yoong..”

“Hanya itu?” tanya Kyuhyun menatap Jessica

“Aku merindukanmu..” lirih Jessica membuat semuanya bersorak

“Tenanglah itu ada dalam script kami hahahahaha” ledek Kyuhyun

“Jangan berbohong. Jelas disana tidak ada, mereka akan berpikir jika kalimat yang Jessica lontarkan adalah tulisan orang lain bodoh” ucap Kim Gura

“Aah maafkan aku.. Aku dengar kesehatanmu tidak sedang dalam kondisi baik? Maka kau harus meninggalkan acara ini terlebih dahulu?” tanya Kyuhyun

“Ya… aku minta maaf.. namun aku harap kita bisa bertemu didalam waktu yang dekat dengan kondisi yang lebih baik dari ini.. aku meminta kalian terus mendoakan Yoong..”

“Tentu.. terimakasih atas waktumu..”

Jessica tersenyum dan berpamitan kepada semua yang berada disana, ia sedikit mengelap keringat yang keluar di kening miliknya. Ia segera berlari menuju pintu keluar menuju mobil van-nya.

“Huh.. ini sangat berat untukku.. apa sudah ada berita yang keluar?” tanya Jessica

“Berita apa? Tadi ? bahkan itu akan tayang minggu depan Jessica Jung..”

“Oh god.. hahaha oppa apa kau sudah membawakan perlengkapanku?” tanya Jessica

“Tentu saja.. hmm.. bagaimana jika dibandara semua fans dan awak media menanyakan kepergianmu ke New York?”

“Katakan kepada mereka aku akan mengunjungi keluargaku di LA”

“Hmm.. baiklah.. beberapa kali Yuri menghubungimu”

“Apa kau menjawabnya?”

“Tidak..”

“Bagus hehe”

.

.

.

“Apa benar dia yang melakukannya?”

“Benar Tuan.. aku sudah menyelidikinya dengan sangat hati-hati. Orang suruhannya adalah atasanku”

“Ini membuatku bisa jadi gila! Aku tidak percaya. Bagaimana dia bisa melakukan ini kepada Yoonan…”

“Tolong atur pertemuanku bersama Yuri, dia harus mengetahui kebenarannya saat ini juga..”

“Maaf tuan.. Tuan Muda Yuri sedang berada di New York untuk menemani dan memantau kondisi Tuan muda Yoonan..”

“Atur keberangkatanku hari ini juga… lihatlah jadwal kapan penerbangan terakhir ke New York hari ini”

“1 jam lagi tuan..”

“Baiklah siapkan semuanya.. aku akan pergi kebandara saat ini juga..”

“Baik tuan..”

.

.

.

Jessica baru sampai di bandara, puluhan fansnya sudah menunggu keberangkatannya dan beberapa awak media nampak standby. Ia turun dari mobil van, dan mulai melangkah untuk menyebrangi  zebra Cross yang ada untuk memasuki lobi utama bandara. Ia nampak sedikit mengembangkan senyumnya, wajahnya sedikit pucat.

“Unnie.. jaga kesehatanmu..”

“Nona kau cantik sekali hari ini”

“Tetaplah semangat…”

Riuh teriakan fans memberikan dukungan kepada Jessica tidak ada hentinya. Tidak disangka pada saat ia tiba di lobi, ia menemukan sosok yang sangat familiar, ia menghampiri sosok tersebut.

“Kau mau kemana Taeyeon-shi?” tanya Jessica

“Bukan urusanmu” jawab Taeyeon ketus

“Ada apa denganmu?” tanya Jessica heran

“Bukan urusanmu..”

“Waw nampaknya kau melupakan kebaikanku menolongmu ketika Yuri hampir saja membunuhmu dengan pukulan gilanya”

“Apa yang kau inginkan Jessica-shi”

“Nona sebaiknya kita memasuki pesawat, ini bisa membuat orang salah  paham mendeskripsikannya..” ujar manager Jessica

“Kajja..” ajak Jessica kepada managernya sambil melangkah meninggalkan Taeyeon

“Aah Jessica-shi..” Panggil Taeyeon reflek

“…”

“Berhari-hatilah.. tetaplah waspada..”

“Apa maksud-mu?” tanya Jessica heran

Tidak ada jawaban dari Taeyeon, ia meninggalkan Jessica membuat gadis tersebut mengerutkan halisnya dan pergi berjalan menuju pesawat. Jessica memesan kelas Vip untuk tempat duduk miliknya, karena bagaimanapun Seoul New York bukan waktu yang sebentar dalam perjalanannya maka ia membutuhkan sedikit privasi dan kenyamanan dalam perjalannya. Jessica duduk dikursi pesawat yang sangat nyaman, hanya da 20 kursi penumpang yang di fasilitsi dengan berbagai macam teknologi hebat didalamnya.

.

.

.

 “Apa kau sudah mengurus semua yang aku perintahkan Sunny-ah?” tanya tuan Kwon

“Sudah tuan.. dan masalah pernikahan Yuri dan Shin-Hye sedang dalam tahap diskusi kembali bersama kedua orang tuan Shin-Hye karena tuan muda Yuri sedang menemani tuan muda Yoonan di New York”

“Lalu bagaimana dengan Jessica dan Taeyeon?”

“Tuan muda Taeyon tetap bersikukuh untuk tidak melanjutkan apa yang anda perintahkan, dan untuk Jessica-shi belum sempat menemuimu karena jadwalnya yang padat.. dan aku dengar jika ia hari ini akan terbang menuju New York untuk merayakan ulangtaun Yoong disana..”

“Kau boleh pergi sekarang..”

“Baik tuan..”

.

.

.

Didalam pesawat Jessica merebahkan tubuhnya, ia menolak makanan yang disediakan oleh pihak pelayanan, ia lebih memilih memutar video konser mereka didalam flashdiks yang ia bawa. Beberapa kali ia tersenyum dan perlahan air mata itu mengalir.

Flashback

“Hai.. maaf aku terlambat” ujar Jessica yang baru saja memasuki ruangan kerja milik Yoong di Sment

“Jadwalmu sangat padat hari ini.. kau pasti lelah..”

“Huft kau benar.. tubuhku berasa remuk, bermain di Running man membuatku sedikit gila..”

“Pilihlah acara yang membuatmu nyaman jangan yang menyiksamu..”

“Aku pikir tampil disana akan membuat rasa penasaranku hilang tentang bagaimana serunya bermain…”

“Hah?” tanya Yoong binggung

“Kau tau.. sejak kecil aku sangat jarang sekali bermain keluar atau memiliki teman bersama untuk menghabiskan waktu luangku.. aku hanya bisa diam menatap jam dinding untuk pergantian jam, karena jadwal lesku yang sangat padat..”

“Wow..”

“Kau tau ayahku selalu bekerja dengan keras demi menghidupi aku dan Eomma.. walaupun kini ia bekerja di sebuah perusahaan firma hukum itu tidak membuatnya menjadi malas untuk selalu belajar dan belajar..”

“Nampaknya kau sangat kagum kepadanya..”

“Tentu.. tapi dia selalu memaksakan kehendaknya. Jika tidak eommaku marah kepadanya tentang bakat yang aku miliki ini, mana mungkin aku bisa sejauh ini.. dan ketika aku berkencan dengan seseorang pria aku tidak berani mengatakan kepadanya kerena aku takut jika ia akan mengira aku akan malas belajar dan melupakan kewajibanku..”

“Sepertinya aku harus menemui ayahmu..”

“Big No! Sampai detik ini belum ada yang pernah bertemu dengan ayahku..”

“Why? Im your boyfriend now”

“Tetap saja tidak! Aku hanya ingin membawa calon suamiku kehadapan ayahku..”

“Hmm.. baiklah aku akan menjadi suamimu…”

“Bodoh. Baru saja satu minggu menjadi kekasihku huh!”

“Hahahahaha.. kajja aku antarkan kau ke apartement..”

Yoong dan Jessica memasuki mobil mewah milik Yoong pribadi

“Hmm apakah seorang grup rookie bisa mendapatkan mobil mewah seperti ini?” tanya Jessica binggung

“Ini milik ayahku hahaha aku hanya meminjamnya karena aku akan berkencan dengan seorang penyanyi terkenal” goda Yoong membuat Jessica tersipu malu

“Kau tau aku baru menceritakan soal masa kecilku kepadamu.. entahlah apa yang terjadi dengan diriku ketika aku bersamamu rasa nyaman itu muncul dengan sendirinya, mengingatkanku ke..” ucapan Jessica terhenti ketika ia mengingat seseorang

“Sssst jangan kau lanjutkan.. Jjja aku akan mulai mengendarai mobilku, tidurlah jika kau lelah..”

“Maafkan aku.. aku ti—”

“Kau harus memakai sabuk pengamanmu Nona Jung..” ujar Yoong sambil memasangkan sabuk pengaman untuk Jessica, semerbak harum parfume yang ia gunakan sangat terhirup jelas oleh wanita yang sedang menatap lekat ke arahnya

“Terimakasih..”

“…” Yoong hanya tersenyum sambil mengusap puncak kepala Jessica

“Aku ti..”

“Hei sudahlah.. aku tidak apa-apa sayang..”

“Yakin?”

“Apa kau ingin meminum atau memakan sesuatu?” tanya Yoong

“Tidak.. apa kau berusaha merusak tubuh ideal ku?”

“Hahahaha oh my.. aku lupa jika kau seorang idol aku pikir kau adalah bidadari yang turun dari kayangan untuk menjadikanku kekasihmu..”

“Oh gosh.. menjijikan” ujar Jessica

“HAHAHAHAHA” tawa Yoong pecah

.

.

.

Yuri baru saja menyelesaikan membersihkan tubuhnya, kini ia sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk yang ia pegang. Ia menghampiri sosok yang sedang terbaring dalam ketenangan

“Apa kau tidak ingin membuka matamu? Huh?” tanya Yuri kepada sosok Yoong

“…”

“Hmm aku merindukanmu.. cepatlah sadar dan menyelesaikan semuanya bersama-sama”

“Eeewggghhhh~” mata itu terbuka perlahan dan mulai menerawang keadaan disekitarnya

“Mari kita sarapan bersama” ajak Yuri

“Hmm… a-ah apakah ini selimut milikmu? Dan..”

“Yaa kau semalaman demam nona Hwang.. jagalah kesehatanmu. Jangan terlalu keras dalam menjaga adikku.. aku akan membelikan sarapan kebawah, bersihkanlah dirimu terlebih dahulu..”

Yuri segera meninggalkan ruangan rawat milik Yoong dan berjalan keluar rumah sakit. Tiffany sedikit bermalas-malasan untuk membersihkan dirinya ia memilih untuk berjalan mengambil handphonennya. Banyak sekali pesan yang masuk dan beberapa panggilan tidak terjawab didalamnya. Ia mengerutkan halis ketika menemukan nama seseorang yang tidak ingin ia lihat pesannya, namun ada sedikit rasa penasaran. Ia membuka pesan tersebut

Kwon Taeyeon

Temui aku di SS cafe disebrang rumah sakit. Ada hal penting yang ingin aku sampaikan.. jangan melewatkannya.

Yuri berjalan menuju sebuah cafe untuk membelikan sarapan paginya bersama Tiffany, ia masuk kedalam sebuah antrian di cafe

*BRUUUKK*

“Ouchh” rintih gadis tersebut yang kini berada didalam pelukan Yuri, gadis tersebut sedang mengantri didalam antrian namun entah apa yang terjadi ia sedikit limbung dan terjatuh menimpah tubuh Yuri yang notabennya di belakang gadis tersebut

“Sorry, …”

“Sorry Mr, She is girl, what are you doing?” Ujar Yuri setelah melihat alasan tubuh waita tersebut jatuh didirnya, ternyata seorang pria mendorong tubuh wanita tersebut

“ Ahh Two Korea people in here hahaha, she so stupid you know! She ignoring me when I ask for a signature”

“Apa kau artis korea?” bisik Yuri kepada wanita disampingnya

“Apa kau tidak mengenalku?” tanya wanita tersebut

“Sorry Mr.. just go away. Tolong bawa dia keluar” pinta Yuri kepada bodyguard nya

Pria itu ditarik dari cafe tersebut semua orang melihat kearahnya.

“Siapa kau sebenarnya?” tanya Wanita tersebut

“Apa kau tidak mengenalku?” tanya Yuri balik dengan sedikit tersenyum

“Aish~” kesal wanita tersebut

“One ice americano and two salmon salad” ujar wanita tersebut sedang memesan lalu ia bergeser ke samping, kini Yuri yang bergantian memesan

“Please give me, three tuna sandwich, two beef sandwich, one mix salad with beef, one hot americano and one hot greentea..”

“Dimana managermu?” tanya Yuri

“Bukan urusanmu..”

“Apa kau sedang kencan buta?” selidik Yuri

“Jangan menyebalkan..”

“Haha kau seperti maling yang tertangkap basah..” wanita itu megabaikan perkataan Yuri dikala makanan yang ia pesan sudah datang, wanita tersebut meninggalkan cafe membuat Yuri mengembangkan senyumnya

.

.

.

Jessica berjalan memasuki ruangan rawat milik Yoong, ketika ia memasuki ruangan tersebut, terlihat Tiffany sedang duduk memandang wajah sang kekasihnya. Jessica tersenyum dan menghampiri keduanya

“Apa setiap hari kegiatanmu seperti ini Tiff? Terimakasih selalu disampingnya..”

“E-eh kapan kau datang?” tanya Tiffany

“Baru saja, bagaimana keadaannya?”

“Tidak ada perkembangan..”

“Aku membawakan cake untuknya…”

“Sarapan datang~” ujar Yuri yang baru saja memasuki ruang rawat

“Pergilah sarapan terlebih dahulu biar aku yang menjaganya Tiff..” lirih Jessica dengan senyuman manis kepada Tiffany, membuat gadis eyesmile itu mau tidak mau beranjak dari kursinya dan menghampiri Yuri

“Kapan kau datang? Kenapa tidak menghubungiku untuk menjemputmu dibandara” ujar Yuri sambil menaruh makanan yang ia bawa di meja

“…” tidak ada jawaban dari Jessica, ia sedang sibuk memperhatikan wajah sang kekasih sambil sesekali mengusapnya

“Khhaaaahh…” Helaan nafas panjang Yuri sangat jelas terdengar membuat Tiffany menatap kearahnya

“Bagaimana jika kita memakan sarapan kita di kantin atau rooftop rumah sakit ini?” ajak Tiffany

“Call..” jawab Yuri singkat

Keduanya pergi meninggalkan Jessica. Pintu ruangan rawatpun tertutup kembali. Jessica terus menatap kearah wajah pucat pasi milik Yoong, ia beranjak dari tempat duduknya dan membuka cake yang ia bawa, lalu memasangkan lilin di kuenya tersebut.

“Hei bodoh.. apakah aku harus meniup lilin ini sendirian?” ujar Jessica setelah lilinnya menyala

“…”

“Kajja kita tiup lilin ini bersama..”

“…”

“Huuufff…” Jessica meniup lilin tersebut belum sempat lilin itu mati, air mata miliknya kembali mengalir dari pelupuk mata indah miliknya

“Bangunlah… banyak yang ingin aku ceritakan Yoong..” lirih Jessica sambil menahan sesak didalam hatinya dan segera mematikan api di lilin tersebut, dan menaruh kuenya di meja. Ia segera duduk disamping ranjang Yoong kembali

“…”

“Maafkan aku..” lirih Jessica yang kini menundukan kepalanya sambil memegang erat tangan pucat pasi milik Yoong, air mata itu semakin deras mengalir

“…”

“Harusnya aku yang berada diposisimu Yoong.. harusnya aku yang mengalami pedih dan sakit yang kau rasakan.. maafkan aku..”

“…”

“Ak-u tidak menyangka jika nanti aku harus menjadi milik oranglain.. entahlah aku sanggup atau tidak Yoong..”

Flashback

Perjalanan menuju bandara, tiba-tiba mobil milik Jessica dihadang oleh beberapa mobil mewah

“Tu—an Kwon..”

“Lama tidak berjumpa Jessica-shi.. aku dengar kau akan pergi menemui anakku hari ini?” tanya tuan Kwon yang duduk disamping Jessica

“Ya.. kau benar Tuan.. ada apa?”

“Aku tidak ingin berlama-lama disini, aku tidak tahu kenapa Sunny sulit menemuimu namun aku hanya membutuhkan waktu kurang dari 5 menit sudah berada disampingmu.”

“…” Jessica mengerutkan halisnya

“Kau.. harusnya kau lah yang berada diposisi anakku.. namun sialnya si bodoh itu melesetkan pelurunya kepada anakku. Berhentilah menemui anakku Jessica-shi. Kau tau dengan sangat jelas jika Yuri dan Yoonan anak dari keluarga terpandang lalu apa yang orang katakan jika keduanya bersaing hanya untuk seorang wanita? Aku bisa membuat ayahmu kehilangan pekerjaannya, namun sayangnya aku tidak bisa sepicik itu. Maka aku akan membuatkan sebuah pilihan untukmu ketika anakku nanti bangun dari komannya, sementara ini menjauhlah dari Yuri maupun Yoonan. Aku harap ini terakhir kau menemui anaku di NY” Ujar Tuan Kwon lalu meninggalkan Jessica didalam mobil

Flashbackend

 

Jessica tidak kuasa menahan rasa sakit, sesak dan hancur hatinya secara berkeping-keping. Ia mengenggam erat tangan milik Yoong. *CLEK* pintu ruangan rawat terbuka, Jessica segera menghapus air mata yang membasahi pipinya

“Fany-aaaah…” lirih suara tersebut, membuat Jessica mengerutkan halisnya

“…”

“Fany-aah…”

“…”

“Fa… omo.. kau????” tanya Taeyeon yang baru saja memasuki ruang rawat tersebut

“…” Jessica hanya mengrutkan halisnya, ia tidak memiliki mood yang baik untuk berbicara

“Dimana Tiffany?” tanya Taeyeon

“Sarapan bersama Yuri di rooftop rumah sakit ini..”

“Lalu kau? Menangis disini?”

“Apa urusanmu?” tanya Jessica

“Aaaah sebaiknya aku mencari Yuri dan Tiffany..”

“…”

“Ah Jessica-shi.. boleh bicara sebentar?” pinta Taeyeon

“Bicaralah..” ujar Jessica sebari beranjak dari tempat duduknya menuju sofa

“Hmm…”

“Katakanlah..”

“Kau harus menjauhi Yuri, kau tau.. Shin-Hye tidak akan melepaskanmu begitu saja. Dan.. untuk kejadian ini aku bersyukur bukan kau lah korbannya… tapi Yoong. Mungkin dia akan sedikit berpikir jika terjadi sesuatu kepada Yoong akan membuat ayahku oh tidak, maksudku tuan Kwon murka.. Namun jika kau yang ada diposisi Yoong, artinya dia berhasil menjalankan rencananya…. untuk menyingkirkanmu” jelas Taeyeon

“Maksudmu???” tanya Jessica binggung

“Shin-hye menyuruh orangnya untuk membunuhmu seusai konser berlangsung, namun siapa sangka peluru itu bersarang ditubuh Yoong. Ia menyingkirkanmu demi mendapatkan Yuri kembali, karena Yuri sudah yakin jika kau akan memilihnya, dan karenamulah Yuri mencampakan Shin-hye..”

“Ba—gai-ma—na ka-u ta-u?” ujar Jessica terbata-bata, pikirannya berpikir sangat keras tentang apa yang baru saja ia dengar

“Sudahlah itu tidak penting.. kau harus menjaga jarakmu dengan Yuri. Dan rawatlah Yoong dengan baik, aku yakin dia sangat membutuhkanmu.. aku pergi dulu. Jangan ceritakan masalah ini kepada siapapun oke. Aku harus pergi mencari Tiffany, aku tidak ingin sesuatu terjadi kepadanya.. bye” ujar Taeyeon meninggalkan Jessica diruang rawat

.

.

.

“Euuumm.. ini sangat lezat Yul.. hehehe”

“…”

“Yaa~~aaah apa kau tidak ingin memakannya?” tanya Tiffany

“Apa kau tidak takut meninggalkan mereka berdua disana Tiff?”

“Apa yang harus kau takutkan? Yoong belum sadarkan diri Yul.. biarkanlah mereka menikmati waktu bersama.. lagipula aku sangat kagum pada Jessica, ia memiliki jiwa yang besar membiarkan aku berada disamping Yoong dari pada dirinya..”

“Yoong beruntung mendapatkan wanita pengertian sepertimu Tiff..”

“Tidak. Aku belajar dari kesalahanku kepadanya hehe, Jjja kau harus makan ini, aaaaaa” ujar Tiffany sambil menyodorkan sandwich di tangannya kepada Yuri

“…” Yuri melahap satu potong sandwich yang Tiffany berikan kepadanya

“Apa kau begitu mencintainya?” tanya Yuri sambil mengunyah potongan sandwich didalam mulutnya

“Habiskan makanan didalam mulutmu Kwon Yuri..”

“Hmm, Jjja biar aku saja yang memegangnya” ujar Yuri sambil mengambil alih sisa sandwich yang berada digengaman tangan Tiffany

“Tentu aku mencintainya Yul.. apa kau begitu mencintai Jessica?” tanya Tiffany

“Jika tidak aku tidak akan melangkah sejauh ini.. Walaupun pada akhirnya dia bukan milikku, aku tetap bersyukur kepada tuhan karena ia sempat memperindah perjalanan hidupku bersamanya..” lirih Yuri

“Sweet word in the morning hahaha.. Jjja Aaaaaaa” kini Tiffany menyodorkan satu buah suapan salad beef kepada Yuri

“Yaaa aku bukan anak kecil Nona Hwang..”

“AAAAAA.. kau harus memakan nya anak nakal”pinta Tiffany

“Emm..”

*BUUUUUUUGGGGGGGGGHHH* satu buah pukulan mendarat di pipi kanan Yuri, dan membuat sedikit tubuhnya terhempas ke tubuh Tiffany, dengan sigap Tiffany menangkap tubuh Yuri, salad yang Tiffany pegang jatuh begitu saja

“Kyaaaaa” teriak Tiffany

“YAA!!!! APA MAKSUDMU KWON TAEYEON?!” Teriak Yuri sambil membersihkan darah segar dari sudut mulutnya

“Jangan pernah sekalipun kau mendekati Tiffany! Kajja kita harus bicara Tiffany Hwang” ujar Taeyeon sambil meraih tangan Tiffany

“Tidak semudah itu Tuan.. wanita ini sedang sarapan bersamaku..” ujar Yuri dengan menahan tangan Tiffany

“Sebenarnya apa maumu Kwon Taeyeon?! Dan sifat kasarmu kembali lagi huh?!” ucap Tiffany sambil menghempaskan gengaman tangan Taeyeon

“Ikutlah bersamaku kau akan mengerti Fany-ah…”

“Pilihannya hanya ada dua, kau pergi dari sini.. atau kami yang pergi” ujar Tiffany

“Fany-aah…” lirih Taeyeon lemah

“Baiklah.. kajja Yul kita saja yang pergi” ujar Tiffany membawa Yuri berjalan meninggalkan Taeyeon

“Fany-aah.. dengarkan aku” tarik Taeyeon mencegah Tiffany pergi

“Sudahlah Hyung.. kau selalu seperti ini..” ujar Yuri melepaskan cengkraman tangan Taeyeon kepada Tiffany, keduanya meninggalkan Taeyeon di Rooftop

“Aaaaarrrrgggggggghhhhhhhh… kenapa semua orang selalu saja menyalahkanku…” geram Taeyeon

Tiffany dan Yuri berjalan menuju ruang rawat Yoonan, sebelumnya Tiffany meminta beberapa kapas, alkohol dan cream untuk mengobati luka Yuri. Sesampainya diruangan, Yuri duduk di sofa dengan sedikit meringis, Jessica yang sedang duduk disamping tempat tidur milik Yoong hanya sedikit melirik lalu kembali fokus kepada Yoong sambil mengusap pipi sang kekasih. Tiffany yang baru saja memasuki ruangan dengan membawa peralatan untuk mengobati luka Yuri, ia duduk disamping Yuri yang sedang memandang kearah Jessica, Tiffany sedikit menghelakan nafasnya melihat iba kearah Yuri

“Awwhh~~” rintih Yuri ketika Tiffany menempelkan cairan pembersih kepada luka milik Yuri tanpa permisi

“Jangan seperti anak kecil..”

“Yaa! kenapa kau tidak mengatakannya terlebih dahulu jika kau akan menempelkan benda itu Hwang!!” kesal Yuri

“Aku rasa kau akan menahannya namun aku salah hahaha”

“Apa dia sama sekali tidak peduli terhadapku?” bisik Yuri kepada Tiffany

“Entahlah..” jawab Tiffany

“Beritahu kepadanya bahwa aku sedang kesakitan..”

“Jangan seperti anak kecil…” ujar Tiffany sambil memberikan cream kepada luka Yuri

“Bisakah kalian tinggalkan kami berdua untuk sementara waktu.. aku hanya butuh waktu berdua bersamanya…” pinta Jessica

“Ada apa denganmu?” tanya Yuri

“Ada apa denganku? Apa aku salah meminta waktu berdua bersama kekasihku?” ujar Jessica to the point

“Baiklah Jess.. take your time.. panggil kami jika kau membutuhkan sesuatu oke.. kajja Yul..”

“Tidak..”

“Yaa! jangan seperti anak kecil Kwon Yuri” ujar Tiffany sambil menarik lengan Tiffany namun tetap Yuri tidak beranjak dari tempat nya, ia masih menatap tajam kearah Jessica yang sedang mengusap pipi Yoong

“Aku tau kau sedih Jung, aku tau kau sakit, aku tau kau merindukannya, aku tau kau sangat membutuhkannya, namun sadarkah kau itu bukan terjadi padamu saja, tapi pada kami! Kau mencintainya, sadarkahkau cinta kalian membuat banyak orang terluka…” ujar Yuri membuat Jessica memalingkan padangannya kepada Yuri

“Terluka? Ya tentu saja terluka bagi orang-orang yang mengharapkan cinta dari kami.. sudah jelas jika cintaku hanya untuknya namun kepada orang-orang disekitar mengharapkan cinta dariku lagi? Sudah jelas jika cintaku hanya untuk Kwon Yoonan”

“Kajja Tiff.. pikirkan kembali apa yang kau katakan Jessica Jung” ujar Yuri dengan beranjak meraih tangan milik Tiffany dan meninggalkan Jessica, Tiffany pun mengikuti Yuri sambil menatap situasi ini tidak percaya

Jessica meneteskan airmatanya kembali ketika Yuri dan Tiffany sudah meninggalkan ruangan tersebut. ia duduk kembali dan membenamkan wajahnya di kasur rawat milik Yoong sambil menangis menahan sesaknya, tangan kirinya mengenggam tangan kanan milik Yoong yang tertanam jarum infusan. Jessica menangis sejadi-jadinya karena menahan sesak, beban pikiran yang cukup besar, karena setelah ini ia tidak bisa menemui Yuri maupun Yoonan kembali, terlebih lagi kejadian ini terjadi karena dirinya, terlepas dari siapa dalang dibalik semuanya.

“Harusnya aku yang berada diposisimu Yoong… maafkan aku..”

“…”

“Bodoh.. bodoh.. aku wanita bodoh…”

“…”

“Harusnya mereka membunuhku dan masalahnya selesai..”

“…”

“Terlepas dari siapa yang menginginkan ku mati, tetap saja mereka menginginkan aku mati Yoong.. appamu.. Shin-hye…”

“…”

“Kenapa bukan aku saja yang mati…” ujar Jessica sambil terus menangis

“…”

“Tuhan.. aku saja yang mati, jangan biarkan pria sebaik Yoong menanggung semua yang harusnya aku rasakan… tuhan.. aku mohon kembalikanlah sosok pria dihadapanku ini”

“…”

“Yo—ong” lirih Jessica sambil mengangkat kepalanya dan menatap tanmpan manis milik Yoong

“…”

“Bangunlah sayang… aku mohon…”

“…”

“Yoo-ng”

“…”

“Tuhan izinkan aku bersamanya sekali lagi, walaupun aku tidak tahu siapa yang pada akhirnya akan menghabiskan waktunya bersamaku hingga ajal menjemput.. namun aku berharap untuk menatap mata kijang indah miliknya satu kali lagi..”

“…”

“Aku merindukanmu bodoh…” ujar Jessica sambil memejamkan kedua matanya yang mulai lelah mengeluarkan air mata

“He—-i” lirih pria yang baru saja membuka matanya dengan sedikit senyuman kaku yang coba ia buat di bibir manis miliknya, tangan kirinya berusaha terangkat untuk menghapus air mata Jessica

“Kau… Yoong? Oh god!!!! Terimakasih ” ujar Jessica histeris

“…” Yoong tersenyum lebih indah dibanding sebelumnya sambil menatap lekat Jessica

“Tunggu.. Tunggu aku akan memanggilkan dokter untukmu..” Jessica langsung menekan tombol darurat untuk memanggil dokter, tidak lama dokter datang bersama suster

“Nona.. maaf.. kau bisa duduk disofa terlebih dahulu, kami akan memeriksanya terlebih dahulu”

Hampir 30 menit dokter memeriksa keadaan Yoonan, Jessica menunggu dengan gelisah di sofa. Ia tidak bisa melihat dokter melakukan apa kepada kekasihnya karena terhalang oleh tirai yang dipasang oleh suster tersebut. setelah dokter memeriksa Jessica menghampiri

“Bagaimana dok?”

“Aaah akhirnya penantian kita selama satu minggu ini tidak sia-sia, sebuah mukzijat tuhan, Tuan muda Kwon sudah kembali sadar, walaupun ia belum pulih 100% namun kondisinya lebih baik dari sebelumnya… usaha anda menjaganya selama seminggu full ini tidak sia-sia nona.. oh ya dia sudah mulai boleh meminum air mineral jika ia memintanya, dan kami akan segera membuatkan resep obat dan makan malam untuknnya nanti, karena alat bantu pernafasannya sudah dilepaskan, hmm  kami permisi..”

“Terimakasih Dok..”

Jessica tersenyum lalu duduk di samping Yoong sambil mengusap puncak kepala sang kekasih..

“Kenapa kau tidur lama sekali bodoh!? Huh!?” kesal Jessica membuat Yoong tersenyum kembali

“…”

“Apa yang kau butuhkan?”

“Minum..” Jessica langsung memberikan satu gelas air mineral kepada Yoonan dengan bantuan sedotan Yoonan menghabiskan satu gelas air mineral

“Apa masih terasa sakit?” tanya Jessica melemah sambil menatap Yoonan

“Give me kiss..” ujar Yoong, membuat Jessica tersenyum geli

“Dasar mesum..”

“Hmmm…”

“…” tanpa basa basi Jessica sedikit mencondongkan tubuhnya dan mencium bibir manis pucat pasi milik pria yang berada dihadapannya, ciuman nya sedikit panas namun Jessica menahan dirinya dari candu yang ia rindukan selama ini

.

.

.

Yuri dan Tiffany memutuskan untuk memesan sebuah hotel sebagai tempat mereka beristrirahat, keduanya memutuskan untuk memesan satu kamar dan dua tempat tidur, tanpa kalian ketahui dalam memutuskan memesan kamar keduanya hampir beradu argumen selama 1 jam.

“Aku akan pergi kesebuah cafe terlebih dahulu.. kau beristirahatlah Yul, tenangkan dirimu..”

“Aku temani.. kau tau bukan lelaki gila itu sedang berada disini, aku tidak kau ingin kenapa-kenapa”

“Tidak apa sudahlah jangan khawatir.. bye”

Tiffany meninggalkan Yuri dikamarnya, ia berjalan menuju lobi hotel untuk pergi kesebuah cafe yang Taeyeon janjikan, entah kenapa walaupun ia tidak ingin bertemu dengan pria itu namun tetap raganya datang kepada tempat yang Taeyeon janjikan. Tiffany memasuki cafe tersebut, dan benar saja pria yang ia cari sedang menunggunya dengan kepala sedikit menunduk, Tiffany duduk dihadapan Taeyeon

“Akhirnya kau datang..”

“Kenapa kau memukulnya?”

“Aku hanya khawatir kepadamu”

“Khawatirmu berlebihan Tae..”

“Menjauhlah darinya Fany-aah”

“Ada apa denganmu sebenarnya?”

“Menjauhlah darinya, aku hanya tidak ingin kau bernasib seperti Jessica..”

“Apa maksudmu?”

“Aku hanya ingin kau menjauh darinya dan Yoong.. aku hanya tidak ingin kau terluka. Kau sudah tau dengan sangat jelas jawaban Yoong adalah Jessica, dan jangan kau terjatuh oleh pesona seorang Kwon Yuri..”

“Apa maksudmu Kwon Taeyeon aku tidak mengerti..”

“Aku mencintaimu.. kembalilah bersamaku ke Korea.. hidupmu akan jauh lebih tenang dan damai jika bersamaku Fany-aah”

“Jelaskan apa maksudmu?!”

“Shin-hye.. dia akan melakukan apa saja untuk membuat Yuri kembali kepadanya..”

“…”

“Menjauhlah dari nya, aku hanya tidak ingin orang akan salah mengartikan kedekatanmu dengannya dan membuatmu celaka nantinya Fany-aah”

“Aku harus pergi dulu Tae.. terimakasih informasinya… bye..”

“Yaaa!!! Fany-aaah”

Namun sayang wanita bermaga Hwang itu sudah berlari meninggalkan cafe pertemuannya bersama Taeyeon

.

.

.

Disisi lain sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan langkah demi langkah wanita yang memiliki eyesmile cantik tersebut

“Cih dasar wanita murahan, dia mencintai Yoong, namun pergi ke hotel bersama Yuri dan kini dia bersama Taeyeon disebuah cafe…”

.

.

.

.

Tbc

Dua sesi lagi nih hehehe…

Gak akan lanjut lagi kayanya yaaa..

Soalnya bener kok ini tuh kaya ide dimana-mana buat ex, jadi susah buat ending. Namun keliatannya kalian sudah mulai jenuh dengan jalan ceritanya hahaha

Gak gue protect dulu, namun buat ending beneran nanti di protect, masih banyak misteri yang belum di pecahkan

Siapa yang bener mau bunuh Jessica??? tuan Kwon??? Mrs shin-hye???

Apa bener mau bunuh Jessica bukan Yoong ???

Lets see next part..

YOONFANY, YOONSIC, YULSIC, YULTI, YULHYE, TAENGSIC, TAENY, TAESUN ??????????

Yoonan die, Jessica die, Taeyeon die, fany die?

Sad or happy ending????

hehehe see you next part…

Advertisements

25 thoughts on “EX Part 5

  1. Gimana kalo semua tokohnya mati semua, terus ceritanya sad ending ohh digantungin aja paling lebih seru wkwkwk

    Jujur aku gabisa ngomen apapun di part ini, cukup membuatku speechless hohoho

    Liked by 1 person

  2. Hehe updetenya dsini…

    Penjahatnya yg nggak disangka2..
    Ternyata shinhye..
    Dia udh dibutakan sama cintanya yul, tp kalo tuan kwon udh tau shin hye pelakunya kenapa masih dijodohin sama yuri?? Itu masih jadi tanda tanya..

    Itu yulti kayaknya cocok disatuin..
    Kayak tom & jerry kadang berantem kadang romantis..
    Tp jangan sampe tiff jadi korban shin hye yg selanjutnya..

    Akhirnya yoong sadar juga..
    Dan semoga nggak akan ada yg terluka lgi.. cukup yoong aja..

    Semangat buat part selanjutnya authornim
    FIGHTING 💪💪

    Like

  3. Hi.. Sblm nya maaf kalo kalian bacanya kurang nyaman, karena ak juga gak ngerti knp untuk tampilannya seprti berantakan gini..
    Word yg aku kirim ke yang punya wp sudah rapih, dari bold flashback, penempatan kalimat miring saat sica di acara talkshow, dan spasi sudah di terapkan but I dont know why ketika di publish acak-acakan seprti ini..
    Jangan lupa komentarnya. Mungkin hanya satu part lg dan aku sepertinya akan memeprtimbangkan untuk nulis lagi atau stop sampai di Final Ex 6.
    See u when i see u guys 🙂

    Like

  4. Ehehe,, tdnya aku dah mo tidur thor ga jadi, liat ada post lewat, penasaran baca bntr tapi pengen ampe abis akhirnya 😀 kabarnya author Coffe,,n author smua, semoga baik sllu dlm lindunganNya.
    Klo tulisan udh kejawab, nanti mungkin bisa dirapiin lg. Dan cerita nya bagus thor idenya keren, sampai kepikiran ide pak kwon yang bkin ketuker pacar anaknya. cuma gtau perasaan sya aja mungkin brasa kecepetan, klo benang marahnya kaya td, soalnya tegang n ruwetnya kemaren tiba2 kesini aku rada kurang sreg. Saya penasaran sama alasan pak kwon malah author, wlupun nanti semisal bener shinhye otak pelaku penembakan yoon sasaran asli jessy?Soalnya klo dipikir2 ruwetnya mereka gara2 ortu ya, mksh dah nulis, semoga ttp selalu berkarya 😀 met istirahat semua

    Like

  5. Kenapa tuan kwon jahat banget sih sama anak anaknya main jodoh jodohin aja seenaknya dan ternyata shin hye lama nggak ada kabar malah dia yg mau ngebunuh jessica haduh beneran makin ribet deh yoong juga makin nggak jelas bakalan pilih tiffany atau jessica

    Like

  6. Tampilan baru yah thor, kenapa sama tampilan yg dulu thor ?

    Ceritanya kereeenn, susah ditebak ini endingnya nanti jadi siapa couple-couple akhirnya?

    Tapi tetap aku ingin akhir cerita ini tetap keren seperti cerita dari awal sampai akhir nanti, siapapun pasangannya sama aja hehe

    Like

  7. Waw… Makin complicated critax. Mr. Kwon yg nglarang sica dket” dg yoong yul. Alhmdlh yoong sadar jga.
    Tu beneran shin hye yg nyelakain yoong?
    Tu cpa yg mata”in fany?
    Makin penasaran dg klanjutanx, dtunggu klanjutanx secepatx

    Like

  8. Tegang bacanya, shin hye jahat bnget sih,,, akhir nya si tampan kwon yoonan sadar juga dan pass sadar orang yg pertama kali diliat jessica lg,,

    Tuan kwon pedes bnget ngomong nya ke jessica, jan pisah kan mreka (yoonsic) lah, mreka udah cocok,,,
    Taeyeon gak mau nyerah buat dpetin hati tiffany lg salut lah sama taeyeon, tp knapa YulFany mkin dket ajj, jangan” pass ending jd Yulfany lg,,,

    Like

  9. Gw kasian sama taeyeon, udah tae jangan rendahkan harga dirimu jd pengemis cinta, tae pantas mendapat yg lain dan yg baik yg bisa menerima nya apa adanya…

    Like

  10. Hmmm… masih bingung nih dengan love life mereka 🤔🤔 penasaran banget couple in the end siapa aja… cuma kalau berpendapat aku mau yoonfany hihi.. agak sedih ya pas dokter atau suster bilang “tidak sia2 selama seminggu ini selalu menjaga yoong” buat jessica. Padahal tiff yang jaga huhu.
    Teruss agak kesel sm yoong sihh.. dia pas yg sebelum ketembak bakal mau nyelesain ya apa yg perlu di selesain. Eh pas bangung malah sweet2an sm jessica hihi ga masalah sih. Cuma kesel aja sm yoong ga konsisten. Trs penasaran juga sih sbnrnya siapa yg mau bunuh jessica? Benerkah shinhye ? Terus kasian ama taeyeon 😣😣 disalahin mulu. Niatnya dia baik mau lindungin orang yang dia sayang.
    Agak terhibur dengan yulti moment..
    Thanks for the update 😊

    Like

  11. Kirain ada yang mau bunuh yoong itu si soo atau taeyeon dan ternyata bukan mereka. Shin hye jahat sekali mau bunuh jessica demi mendapatkan yuri kembali. Tapi yoong rela tertembak buat ngelindungin sica.
    Di part ini banyak yulti moment ya😂😂 thor kalo bisa jangan yulti ya 😅 xixi

    Akhirnya yoong sadar juga dari koma nya. Dan yang pertama kali dia liat pas sadar itu jessica😍

    Penasaran sama part selanjutnya+sama couple yang sebenarnya
    Ahh tapi pengen sih yoonfany atau yoonsic gak mau yoong sama yang lain😂

    Like

  12. Seriusan itu pelakunya sin hye? Dan artis yg ketemu ama yuri waktu beli sarapan kayanya juga sin hye deh..
    Gatau deh nih ff pairing bakal siapa ama siapa karna gw sendiri juga bingung bacanya kaya waktu sebelumnya si sica yg kembali mesra ama yuri yg dibeliin roti tp yoong dateng bawain makanan tp sica lebih milih roti dr yuri, fany yg bilangnya benci ama taeng tp masih tetep aja nemuin taeng dan terkadang liat interaksi fany ama yul juga kaya orang pacaran..
    Oh iya boleh saran ga? Setiap gw baca notenya, kayaknya u tuh bingung banget deh ama ff ni yg u bilang pas bikin ff nya malah jadi idenya berujung kemana2 lagi dan bingung bikin endingnya. Mendingan thor, u jangan baca ff dulu ato yg lainnya, takutnya pas baca pasti imajinasi u bakal melanglang buana ke ex ni dan ngerusak ide yg sebelumnya udah ada utk lanjutin si ex. Ya tapi maaf ya klo tebakan gw salah.

    Like

  13. kok makin rumit yaa, tapi seenggaknya sih udah ada beberapa teka-teki yang mulai terjawab, yaitu dalang dari penembakan itu, beneran shin hye kah dalangnya?? kok masih agak sangsi ya –” knp aku masih agak ragu? kan dipart ini dijelaskan bahwa dalangnya adalah shin hye,tapi kenapa mr kwon masih mau meneruskan perjodohan antara shinhye dan yul?bukankah itu bisa menjadi petaka bagi yul?soalnya kan shin hye kayak terobsesi bgt ya samaa yul,takutnya nanti yul kl berbuat salah sama shin hye,nanti yul diapa-apain lagi sama shin hye :v harusnya sih mr kwon harus mikir 2 kali yaa kl mau nerusin perjodohan itu.. Itu sih menurut aku yaa..
    ehh tapi kl beneran si shin hye yg ngelakuin itu semua, bener2 gak nyangka deh,soalnya gak ada petunjuk yang mengarah kl dalangnya itu shin hye.
    wahh ini mahh harapan buat yulsic balik lagi tipis bgt yaa, soalnya jess udah diancem gitu sama mr kwon. Nah kl yoonsic? entahlah,mr kwon juga gamau kl yoonsic bersama.
    aku jadi bertanya-tanya knp yaa mr kwon kok gasuka bgt sama sica? emg salahnya sica apaa?
    kasihan tiffa,padahal kan yg jagain yoong itu dia,tapi org rumah sakit malah nyangkanya jess yg jagain.
    uhhh yulti kok makin dekat yaa? jadi takut nnti tiff dicelakain sama shim hye gara2 deket sama yul 😢 kamu harus hati-hati tiff,jgn lengah.
    Taeng kasihan yaa, apa yang dia perbuat selalu saja salah dimata orang, dah lah taeng mendingan kamu duet sama geisha sono, membawakan lagu selalu salah :v
    Aku tau kok maksud taeng itu baik,dia gak mau kl tiff kenapa-napa gara2 dia dekat sama yul dan nanti takutnya disalah artikan kedekatan itu sama shin hye,padahalkan mereka cuma sekadar teman dekat aja untuk saat ini, tapi gatau deh nanti kedepannya gmna..
    Aku sih sudah pasrah/? deh nanti endingnya gimana,mau itu happy ending ataupun sad ending. Dan terserah deh nanti pada akhirnya nanti couple akhirnya gmna,itu tergantung pada pemikiran authornya,kita sbg pembaca hanya bisa menerima dan menikmati sajaa. Mudah-mudahan sih endingnya tidak mengecewakan siapapun yaa ^^

    2 sesi lagi ff ini end kak?akhirnya yaa..
    aku sih ada sedih dan senangnya. Sedihnya itu karena gak ada ff yg aku tunggu-tunggu dan buat aku penasaran akan part2 selanjutnya, karena ff ini tuh penuh dengan misteri yg sulit untuk dipecahkan.
    nah kl senangnya? yaah karena ff ini akhirnya end juga,jadi gak usah main tebak-tebakan lg untuk menjawab teka-teki ff ini. eh gak deng,bukan itu alasannya cuma senang ajaa aku kl ff ini end, karena aku tuh menantikan bgt akhirnya kayak gimana sih ff ex ini? bukan berarti aku udah bosan atau jenuh yaa sama ff ini tapi cuma penasaran kok sama endingnya.

    oh yaa satu lagi, semoga imajinasi kak ris thdp ff ex ini tidak melalang buana ke mana-mana ya,nanti kamu jadi susah dan bingung lagi nentuin ending dari ff ini dan akhirnya ide-ide yg terdahulu hilang dan berganti dgn ide2 yg baru,dan pada akhirnya itu menjadi bingung sendiri, kira2 mau pake ending yg ini atau ending yg itu yaa? itu sih cuma sekadar pengamatan dan sedikit pendapat dari ku saja ya kak.

    Yang terpenting untuk author2 disini tetap semangat yaa dalam hal apapun terutama dalam menulis ff di WP ini ^^ fighting fighting fighting !!! 💪
    oh yaa terima kasih yaa sudah update ff ini^^ .
    mungkin hanya itu yaa komentar dariku,semoga bermanfaat bagi kita semua/? 😂
    sekiann dan terimakasih ~~

    Like

  14. Wahhhh gak nyangka aja ternyata dalang penembakkan yoong itu shinhye yg sebener nya mw nembak sica … so complicated .. terkadang sangkin cinta nya dan gak mau kehilangan si doi membuat kita salah jalur .. bener bener misterius … sepertinya sasaran lanjut nya fany .. becareful fanyahh .. syukur lah akhirnya yoong sadar .. siapa yg bakal couplean ditunggu ending nya ..wkwkwkwkw … tuan kwon keras amat kali .. sampe segitunya ngancem sica kan kasiann sica nya jadi ting batin wkwkkwkw … btw thor akun baru ya .. koq pindah blok …hehhehe

    Like

  15. wadoohh gue br baca trnyta update ff ini di wp lu yg ini thor, gw nungguin ff ini di wp lu yg biasa,,
    mkin rumit aje ye,,
    g nyangka jg si shin hye segitu ny ke jessi hny krn yul,,
    ttp berharap endingny yoonsic ,haha

    Like

  16. Jujur aku selalu nungguin nih ff. Ternyata ffnya di update disini toh…. hm…..mmm….. aku sedih bgt disaat tdk ada yg mempercayai taeyeon. Entah knp krn hal itu aku berharapnya si taeyeon mati aja saat nnt mncoba melindungi tiffany. Kan di ending ada seseorang yg sprtnya mau mencelakai tiffany. Nahh…menurut aku, ada baiknya bikin secene dimana taeyeon mncoba utk melindungi tiffany yg akn dibunuh, nmun naas malah taeyeon yg kbunuh krn mncoba melindungi tiffany, dan disaat itulah tiffany nyesel krn udh nggak percaya ama taeyeon lg.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s